BERITAKALTIM.CO – SMP Negeri 3 Bontang memastikan tetap membuka akses pendidikan bagi anak-anak pesisir, khususnya yang berasal dari wilayah Malahing, meski kuota penerimaan jalur tersebut terbatas.
Kepala sekolah SMPN 3 Bontang, Mukono menegaskan bahwa secara aturan kuota siswa dari jalur pesisir hanya 5 persen dari total daya tampung 200 siswa, atau sekitar 10 orang. Namun, kebijakan itu tidak menjadi penghalang bagi siswa dari Malahing untuk tetap bersekolah.
“Kuota memang hanya 5 persen atau sekitar 10 siswa. Tapi bukan berarti kami menolak ketika kuota itu terpenuhi,” ujarnya daat ditemui, Senin (20/4/2026).
Ia mencontohkan pada tahun ajaran 2025 lalu, jumlah pendaftar dari wilayah pesisir mencapai 13 siswa dan seluruhnya tetap diterima.
“Tahun kemarin ada 13 yang mendaftar, dan semuanya kami terima. Jadi tidak ada yang kami tolak,” katanya.
Untuk mengakomodasi hal tersebut, pihak sekolah menyiapkan skema subsidi silang dengan memanfaatkan jalur penerimaan lain yang belum terpenuhi.
“Nantinya kami lakukan subsidi silang. Misalnya ada jalur lain yang kuotanya belum terisi, seperti domisili, itu yang kami gunakan untuk menampung mereka,” jelasnya.
Lebih dari sekadar kebijakan administratif, komitmen ini juga didasari kepedulian terhadap kondisi sosial anak-anak di wilayah pesisir. Pihaknya mengaku memiliki komitmen pribadi setelah melihat langsung kondisi di lapangan. Apalagi
“Saya punya janji dengan warga di Malahing. Saya pernah turun langsung ke sana, jadi saya sampaikan, anak-anak di sana kalau mau sekolah, kami siap terima di SMP 3,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, akses pendidikan menjadi hal penting untuk mencegah anak-anak putus sekolah di usia dini.
“Di sana itu, usia-usia setelah SD kadang sudah dinikahkan. Ini yang kami khawatirkan. Jadi pendidikan harus tetap berjalan,” tegasnya.
Lia Abdullah | Wong | ADV
Comments are closed.