BERITAKALTIM.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur mencatat laju inflasi pada April 2026 masih dalam kondisi terkendali meski mulai terlihat adanya tekanan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat. Inflasi tahunan atau year on year (yoy) tercatat sebesar 2,50 persen.
Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai mengatakan capaian tersebut menunjukkan stabilitas harga secara umum di Kaltim masih terjaga dengan baik.
Kendati demikian, pihaknya tetap mengingatkan adanya kecenderungan kenaikan harga pada beberapa sektor tertentu yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Secara keseluruhan inflasi masih relatif aman, namun ada beberapa kelompok yang mengalami kenaikan cukup signifikan,” ujarnya pada saat diwawancarai di kantor BPS Kaltim, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, kelompok transportasi menjadi salah satu penyumbang utama kenaikan inflasi pada April 2026. Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mengalami peningkatan harga yang cukup terasa di masyarakat.
Tidak hanya itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberikan andil terhadap inflasi tahunan di Kalimantan Timur.
Di sisi lain, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan harga. Salah satunya berasal dari sektor rekreasi, olahraga, dan budaya. Meski demikian, penurunan tersebut dinilai relatif kecil sehingga tidak memberikan dampak signifikan terhadap inflasi secara keseluruhan.
Mas’ud juga mengungkapkan bahwa tingkat inflasi di masing-masing daerah di Kalimantan Timur menunjukkan perbedaan. Kota Samarinda tercatat sebagai wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi, sedangkan Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi daerah dengan inflasi terendah.
“Perbedaan ini menunjukkan dinamika konsumsi dan distribusi di masing-masing wilayah tidak sama,” jelasnya.
Sementara itu, secara bulanan atau month to month (m-to-m), inflasi April 2026 tercatat sebesar 0,11 persen. Adapun secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date (y-to-d), inflasi mencapai 1,48 persen.
BPS Kaltim menilai pengendalian inflasi tetap membutuhkan sinergi seluruh pihak, terutama dalam menjaga kelancaran distribusi barang serta kestabilan pasokan di pasar.
“Koordinasi yang baik akan sangat menentukan agar inflasi tetap berada dalam rentang yang terkendali,” pungkasnya.
SANDI | WONG
Comments are closed.