BERITAKALTIM.CO-Longsor yang terjadi di ruas persimpangan BJBJ, Jalan Syarifudin Yoes, memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melakukan perubahan besar terhadap arus lalu lintas di salah satu jalur utama kota.
Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan guna menjaga keselamatan pengguna jalan, sekaligus menghindari kemacetan selama proses perbaikan berlangsung.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengatakan pengaturan arus kendaraan akan diterapkan hingga pekerjaan perbaikan jalan selesai dilakukan.
“Masyarakat diimbau agar tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan kendaraan, dan mematuhi rambu lalu lintas yang telah dipasang,” ujarnya, pada hari Minggu, 17 Mei 2026.
Dalam rekayasa tersebut, kendaraan berat roda enam dengan Jumlah Berat Bruto (JBB) di atas enam ton dari arah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan diarahkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman.
Sementara kendaraan roda dua dan roda empat dialihkan ke sejumlah jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan di sekitar lokasi longsor.
Pengendara dari arah Bandara dapat melintas melalui Jalan Kasih menuju Jalan Ruhui Rahayu. Alternatif lainnya yakni dari Jalan Asnawi Arbain menuju Jalan Punai atau Jalan Ketinjau, kemudian menuju Jalan MT Haryono. Jalur lain juga disiapkan melalui Jalan Marsma Iswahyudi menuju Jalan ZA Maulani.
Pengaturan serupa diberlakukan bagi kendaraan dari arah kawasan WIKA. Kendaraan berat tetap diarahkan melalui Jalan MT Haryono menuju Jalan Jenderal Sudirman, sedangkan kendaraan ringan dialihkan melalui Jalan Ruhui Rahayu menuju Jalan MT Haryono.
Menurut Fadli, Dishub Balikpapan juga menempatkan petugas di sejumlah titik strategis, untuk membantu pengaturan arus lalu lintas dan memberikan informasi kepada masyarakat.
“Masyarakat bisa memahami kebijakan sementara ini dan bersabar selama proses perbaikan berlangsung agar kondisi jalan kembali aman,” harapnya.
Perubahan arus lalu lintas ini diperkirakan berdampak pada meningkatnya kepadatan di sejumlah ruas alternatif, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Oleh karena itu, masyarakat diminta mengatur waktu perjalanan dan memilih jalur yang telah disiapkan untuk menghindari antrean kendaraan.
NIKEN | WONG
Comments are closed.