BeritaKaltim.Co

Badan Flyover Samarinda Seberat 250 Ton Jatuh Saat Diangkat

Saat kejadian jatuhnya bentang flyover di simpang Air Hitam Samarinda. Foto kiriman Fitri Ekadinanti.
Saat kejadian jatuhnya bentang flyover di simpang Air Hitam Samarinda. Foto kiriman Fitri Ekadinanti.

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Impian masyarakat Samarinda segera dioperasikannya flyover yang menghubungkan Jalan Juanda – AW Syahranie, nampaknya bakal tertunda, setelah pengangkatan bentang tengah di simpang Air Hitam mengalami kegagalan. Diduga akibat ada tali seling yang putus, bentang flyover jatuh ketika pengangkatan telah mencapai 2 meter.

Peristiwa jatuhnya badan flyover itu terjadi Kamis (5/11/2015)), sekitar pukul 22.00. Wali Kota Syaharie Jaang dan Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail yang datang ingin menyaksikan prosesi pengangkatan bentang jalan sepanjang 60 meter itu, ikut terkejut dan tidak mengira terjadi insiden itu.

Jatuhnya bentang flyover yang diperkirakan beratnya 250 ton itu membuat tanah sekitar bergetar. Rombongan wali kota dan para pimpinan serta pekerja Proyek PT Wika (Wijaya Karya) selaku kontraktor tidak bisa memberikan penjelasan apa penyebabnya, kecuali mengatakan kemungkinan karena ada seling yang putus.

Tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Pihak kontraktor PT Wika dan konsultan pengawas Taufik Renaldi menolak memberikan keterangan, namun berjanji akan menjelaskannya setelah pihaknya mencari tahu apa penyebabnya.

Malam itu juga, kawasan proyek di simpang Air Hitam diisolasi untuk menyelidiki penyebab gagalnya pengangkatan bentang flyover. Akibat insiden ini kemungkinan penyelesaian proyek tertunda karena untuk memastikan apakah bentang flyover yang menghubungkan jalan Juanda dengan AW Syahranie itu masih bagus setelah terhempas dari ketinggian 2 meter saat diangkat. #l

Comments are closed.