BeritaKaltim.Co

Buya Syafii Maarif di Mata Yusril Izha Mahendra

BERITAKALTIM.CO- Kabar duka datang dari keluarga besar PP Muhammadiyah. Buya Syafii Maarif meninggal dunia. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah wafat Buya Ahmad Syafii Maarif, mantan Ketua PP Muhammadiyah pada hari ini jam 10.15 di Yogyakarta,” kata Menko Polhukam Mahfud Md di Twitter, Jumat (27/5/2022).

Mahfud Md menyebut umat Islam kehilangan tokoh besar dalam sosok Buya Syafii Maarif. Mahfud Md mendoakan Buya Syafii Maarif mendapat surga Allah SWT.

“Ummat Islam dan bangsa Indonesia kehilangan lagi salah seorang tokoh besarnya. Semoga Buya Syafii diampuni segala dosanya dan mendapat surga-Nya,” kata Mahfud Md.

Menurut keterangan, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu sempat mengalami sesak napas. Pada Sabtu (11/4/2022), Buya Syafii Maarif dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, Gamping, Sleman, Yogyakarta, untuk mendapatkan perawatan.

Pada Rabu (18/5/2022), Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping Ahmad Faisol sempat mengatakan pihak rumah sakit telah melakukan tindakan diagnostik untuk mengecek kondisi kesehatan Buya Syafii Maarif.

Ketika itu kondisi Buya Syafii Maarif sempat dilaporkan membaik. Buya Syafii sempat dinyatakan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Ahmad Syafii Maarif merupakan sosok ulama kelahiran 31 Mei 1935. Muhammadiyah menyatakan dukacita mendalam atas wafatnya Buya Syafii Maarif.

“Muhammadiyah dan bangsa Indonesia berduka. Telah wafat Buya Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif pada hari Jumat tanggal 27 Mei 2022 pukul 10.15 WIB di RS PKU Muh Gamping,” kata Muhammadiyah.

Yusril Izha Mahendra, Ketua Umum PBB (Partai Bulan Bintang) juga punya kenangan tak terlupakan terhadap Buya. Dia bahkan menuliskan dalam utas di twitter pribadinya.

Berikut catatan Yusril Izha Mahendra seperti dikutip Beritakaltim dari akun twitter pribadinya.

1. Telah berpulang ke Rahmatullah Buya Ahmad Syafii Ma’arif dalam usia 87 tahun di Yogyakarta hari ini Jum’at 27 Mei 2022. Buya Syafii adalah mantan Ketum Muhammadiyah, akademisi, intelektual dan budayawan bangsa kita. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi bangsa kita.

2. Sepanjang hidupnya Buya menghabiskan usianya utk mengabdi kepada agama, masyarakat dan bangsa, baik melalui pendidikan, dakwah maupun pergerakan sosial dan keagamaan. Buya telah menulis puluhan buku dan ratusan artikel yang menjadi rujukan dan warisan intelektual bangsa kita.

3. Kehidupannya sederhana dan bersahaja, sering bergurau tetapi pemikirannya tajam dan kritis. Tak semua orang sepandangan dg Buya, terutama dlm menganalisis kemajemukan bangsa kita. Namun Buya tetap hangat, menghargai siapapun, walau beda pendapat bahkan mengkritik pandangannya.

4. Satu hal yang harus kita pegang teguh dari warisan pemikiran Buya Syafii. Islam itu universal dan rahmatan lil ‘alamin. Aqidah dan etik yang diajarkan Islam adalah pegangan utama, berlaku abadi.Namun terhadap ajaran sosial dan politik, Islam membuka diri terhadap penafsiran.

5. Dengan demikian, maka Islam tetap relevan dengan zaman yang terus berubah dan di tengah masyarakat yang majemuk. Islam menghargai kemajemukan itu dan menyuruh semua komponen masyakat bekerjasama berbuat kebajikan demi kepentingan bersama.

7. Secara politik, Buya memandang tidak ada tabrakan antara Islam dan Pancasila, sepanjang Pancasila itu dikembalikan kepada pemikiran para perumusnya yang merumuskannya sbg sebuah kompromi antara golongan Kebangsaan dan Golongan Islam.

8. Pancasila bagi Buya adalah falsafah negara yang sesuai dg masyarakat majemuk yang menghargai dan menghormati keberadaan berbagai agama, etnik dan budaya. Pemikiran Buya mengenai Islam & Masalah2 Kenegaraan, sangat penting utk dijadikan rujukan bagi membangun masa depan bangsa.\

9. Saya mengenal Buya Syafii thn 1985 ketika sama2 duduk dalam PP Muhammadiyah dibawah pimpinan Alm AR Fachruddin. Seingat saya, saya mungkin orang pertama memanggilnya Buya karena waktu itu beliau tergolong masih relatif muda (50 tahun). Saya memanggil demikian sambil bercanda.

10. Seingat saya tokoh tua yang dipanggil Buya di PP Muhammadiyah waktu itu adalah Alm Buya Malik Ahmad. Kini Buya Syafii telah pergi meninggalkan kita. Beliau orang baik dan suka bercanda. Mari kita maafkan sekiranya beliau melakukan kekhilafah kepada kita.

11. Saya pribadi berhutang budi kepada Buya. Ketika saya ujian Doktor Ilmu Politik membahas Partai Masyumi (1992), Buya Syafii termasuk salah seorang pengujinya bersama Muhammad Kamal Hassan (Malaysia). Buya sering menasehati saya kalau bertemu, tentang banyak hal tentunya.

12. Mari kita doakan Buya, semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf dan salahnya dan menerima segala amal kebajikan selama hidupnya serta memasukkannya ke dalam surga Jannatun Na’im. #

Editor: wong

Comments are closed.