BERITAKALTIM.CO-Banyaknya destinasi wisata yang ada di Bontang, merupakan salah satu harapan besar kota itu di masa depan untuk menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Penegasan itu dikemukakan Wali Kota Bontang Basrie Rase, saat menjamu wartawan legend Kaltim, dalam Dinner Party, Jum’at (6/10/23) di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang.
Dengan gamblang Basrie Rase mengupas persoalan yang dihadapi Bontang, terutama dengan akan habisnya LNG (Liquid Natural Gas) Bontang di tahun 2028 mendatang.
“LNG Bontang tahun 2028 akan stop produksi, karena bahan bakunya tidak ada, tentu akan menjadi persoalan besar, karena itu Pemkot Bontang akan berusaha mencari jalan yang terbaik, sehingga masyarakat yang ada di Bontang tetap bisa hidup sejahtera,” kata Basri kepada wartawan BERITAKALTIM di sela-sela acara.
Wali Kota Basri mengakui, persoalan yang dihadapi Bontang, kalau tidak segera diantisipasi, akan mirip pada persoalan yang terjadi di Arun Aceh.
“Ketika LNG Arun di Aceh stop produksi, maka hidup kehidupan masyarakat di Arun Aceh bisa dibilang jauh dari sejahtera, maka dari itu sebagai wali kota Bontang, saya tidak ingin masyarakat Bontang mengalami hal yang sama dengan yang terjadi di Arun Aceh tersebut, ” kata Basri.
LNG Bontang, lanjut Basri, selama ini menjadi primadona dalam PAD (Pendapatan Asli Daerah) Bontang, dan untuk mengantisipasi persoalan yang cukup krusial tersebut, wali kota Bontang berusaha mencari jalan keluar atau solusi yang lebih baik, salah satu solusi dari beberapa solusi lainnya adalah mengembangkan sektor pariwisata.
“Sektor pariwisata akan dibenahi dan dikembangkan, karena ada beberapa daerah wisata yang bisa diandalkan seperti Desa Wisata Malihing yang ada di Bontang Selatan. Malihing mempunyai spot-spot yang menarik dan sangat indah. Desa itu merupakan salah satu dari beberapa destinasi wisata yang bisa dikembangkan dan dijadikan obyek wisata untuk menarik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara berkunjung ke Bontang,” tambah Basri.
Pandangan jauh ke depan dari sosok Wali Kota Bontang itu, disambut gembira oleh masyarakat di sana.
“Sebagai bagian dari masyarakat, kami mendukung gagasan Pak wali. Sudah saatnya pemerintah mencari andalan lain agar pendapatan daerah naik. Sektor pariwisata adalah salah satunya,” kata Eko Patria, Ketua Masata (Masyarakat Sadar Wisata) Bontang. #
Reporter : Fathur, Yani, Santo. | Editor : Hoesin KH