BERITAKALTIM.CO-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) optimis bahwa tahun depan Kukar bisa di bawah 10 persen angka stunting yang ada di Kukar, karena desa sebagai lokus penekanan stunting, agar dalam penganggaran bisa lebih dioptimalkan dan disesuaikan target.
Penegasan itu dikemukakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, saat menghadiri penyampaian Konsep Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), dan Permintaan Tanggapan serta Rencana Aksi Pemeriksaan atas Pemeriksaan Kinerja atas Upaya Pemerintah Daerah dalam Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting tahun anggaran 2022 dan 2023 pada Pemkab Kukar, Rabu (20/12/23) di Ruang Mulawarman Lt.1 Kantor BPK Perwakilan Provinsi Kaltim.
Ditemui setelah acara, Sekda yang didampingi Inspektur Kukar Heriansyah mengucapkan terimakasih kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kukar yang menjadi sampel terhadap kinerja penurunan Stunting.
Sunggono mengatakan bahwa upaya penurunan Stunting di Kukar sudah berjalan baik.
“Upaya kita sebenarnya dianggap memadai, meski ada catatan administrasi yang perlu dicermati terkait kebijakan penganggaran agar bisa secara nyata menyebutkan itu untuk kegiatan penurunan Stunting,” ungkap Sunggono.
Selanjutnya Sekda berterimakasih kepada para kepala desa, lurah dan camat yang telah dan terus mengupayakan kegiatan penanganan dan pencegahan Stunting bisa berjalan baik.
“Target nasional angka Stunting 2024 adalah 14 persen, tapi TP2S kita optimistis tahun depan Kukar bisa di bawah 10 persen,” demikian ungkap Sunggono.#
Editor: Hoesin KH