BERITAKALTIM.CO – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bontang masih sering terjadi di sepanjang tahun 2024 ini. Peristiwa itu menjadi perhatian pemerintah, sekaligus juga menimbulkan kekuatiran karena dampaknya bisa mengarah ke mana-mana.
Maka dari itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengimbau masyarakat Bontang untuk selalu waspada. Kebakaran hutan bisa disebabkan oleh kelalaian manusia, atau juga memang faktor alami karena kondisi iklim yang panas terik.
Diketahui, dua bulan terakhir, angka kasus Karhutla di Bontang tercatat sangat tinggi. Hal ini dipicu akibat suhu tinggi, bahkan mencapai 35 derajat. Ditambah, kecepatan angin yang bertiup kencang, yang menyebabkan api mudah meleber.
“Kebakaran lahan maupun rumah ini banyak mengakibatkan kerugian bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (2/5/2024).
Maka dari itu, politisi PDIP itu menegaskan agar warga tidak melakukan hal-hal yang dapat berpotensi memicu kebakaran.
“Apalagi cuaca ekstrem seperti ini, tolong hindari bakar-bakar sampah di lahan kering atau dibiarkan tanpa pengawasan,” jelasnya,
Selain itu, pengelolaan lingkungan juga ditekankan untuk tetap mengimbangi perubahan iklim yang ekstrem. Tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan penghijauan juga bisa membantu perubahan iklim ini.
“Sekarang dunia sedang terjadi perubahan iklim ekstrem, maka dari itu warga harua bisa beradaptasi dengan perubahan tersebut dengan tetap menjaga lingkungan,” katanya.
Pemerintah Kota Bontang berusaha berpartisipasi dalam mengatasi krisis iklim yang sedang terjadi. Salah satu bentuk partisipasi itu adalah dengan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, selain juga menjaga kawasan mangrove bahkan memperluasnya. #
Reporter: Nur | Editor: Wong | ADV Kominfo Bontang