Bencana banjir yang kabarnya merupakan banjir terbesar selama 25 tahun terakhir, membuat masyarakat di lima kecamatan tak berdaya, termasuk warga ibukota, Tanjung Selor. Berdiam di pengungsian adalah tempat terbaik dan teraman menghindari nahas.
Di balik itu, pemerintah dibantu relawan dan donator terus berusaha sekuat tenaga melakukan penanganan dan penanggulangan banjir. Sirine kendaraan evakuasi tiada henti, kepulan asap di dapur umum yang dibangun terus mengepul, logistik-logistik bantuan untuk korban banjir yang terus berdatangan seakan menjadi mata rantai yang tak terpisahkan selama bencana menerpa.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Pemerintah Kabupaten Bulungan adalah tumpuan warga. Sinergi pemerintah daerah dan elemen terkait seakan menjadi menjadi senjata utama dalam penanganan banjir ini.
“Mewakili Penjabat Gubernur, atas nama Pemprov Kaltara kami sampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemda Bulungan yang telah berperan aktif. Begitu juga kepada Pemkot Tarakan, BPBD Kaltara, Bulungan dan Kota Tarakan. Berikut kepada unsur TNI/Polri, relawan, masyarakat, serta para donatur yang telah bersama-sama melakukan penanganan banjir,” sebut Sekretaris Provinsi (Sekprov) Drs H Badrun mewakili Penjabat Gubernur DR H Irianto Lambrie.
Dicabutnya status tanggap darurat sambungnya, Pemprov Kaltara tetap mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus berbenah. Di lingkungan pemerintahan sendiri, Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) diarahkan untuk menginventarisir dampak-dampak kerusakan akibat bencana banjir.
“Kami sudah instruksikan SKPD untuk menyusun dan membersihkan aset-aset dan dokumen-dokumen kantor. Sekaligus melakukan inventarisir aset-aset yang rusak untuk dilaporkan,” jelasnya.
Terkhusus kepada masyarakat terutama korban banjir, Sekprov menghimbau untuk kembali menata hidup pasca bencana yang melanda, demi menghidupkan kembali taraf perekonomian.
Pemprov Kaltara juga tak lupa menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menerpa sejumlah keluarga korban banjir. Seperti diketahui, adanya korban jiwa akibat tersengat aliran listrik di Tanjung Selor, korban jiwa di Kecamatan Peso, korban jiwa karena terbawa arus banjir, terakhir peristiwa kebakaran yang menghanguskan lima rumah di Jalan Semangka, Sabtu (14/2).
Sebagai perupa kebijakan, Pemprov Kaltara bekerjasama dengan Pemkab Bulungan telah berjanji akan menyikapi dan merespon hal ini dengan kebijakan-kebijakan yang mengutamakan masyarakat korban banjir.
“Selain itu, sebagai pemerintah daerah, pengalaman bencana banjir ini akan kami respon dengan kebijakan perencanaan-perencanaan pembangunan, khususnya di Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi Kaltara. Pemprov telah melakukan survey di beberapa titik, dan tentunya survey tersebut menghasilkan informasi-informasi berharga bagi pengembangan ibukota ke depan,” tandasnya. (van/Tribunkaltim/Humasprov)
Trending
- Gunung Semeru erupsi disertai awan panas
- Pemancing Tak Sadarkan Diri di Selat Makassar Berhasil Diselamatkan Tim SAR Balikpapan
- Gempa 6,3 magnitudo guncang Jepang, tanpa peringatan tsunami
- Kebakaran Hebat Bikin Panik Warga Graha Indah Balikpapan Utara
- Korban tewas kecelakaan bus ALS di Muratara bertambah satu
- Massa Aksi Bertahan di Kantor DPRD Kaltim, Tunggu Hasil Rapat Hak Angket
- Ratusan Mahasiswa Desak DPRD Kaltim Segera Putuskan Hak Angket
- Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 900 meter
- Korban kecelakaan kereta api di Bekasi dievakuasi ke RS
- Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Kantor SAR kerahkan tim ke lokasi