BeritaKaltim.Co

Tenaga Pengajar di Kaltara Minim, Berpengaruh ke Hasil UN

triyono 2 webTANJUNG SELOR, BERITAKALTIM.COM– Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Triyono Budi Sasongko, mengatakan menurunnya hasil nilai UN siswa SMA di Kaltara ini dikarenakan masih kurangnya jumlah guru pengajar.

Selain kebutuhan tenaga guru mata pelajaran yang masih kurang, sarana dan prasarana pendidikan juga masih minim salah satunya adalah laboratorium. Hal ini sangat mempengaruhi terhadap sistem pembelajaran bagi siswa yang ada di Provinsi Kaltara.

Mantan Bupati Purbalingga , Jawa Tengah ini mengungkapkan, Senin (18/5/2015) usai membuka kegiatan di salah satu Hotel ternama di Tanjung Selor, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan koordinasi dan berembuk dengan pihak terkait membahas masalah ini.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan pembahasan terkait masalah peningkatan mutu pendidikan di Kaltara, khususnya untuk penambahan jumlah guru untuk mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam (IPA) dan Matematika, namun Kalau untuk guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), cukuplah,” kata Triyono.

Menurutnya, untuk kebutuhan laboratorium beserta alat peraga yang mendukung pelajaran nantinya juga akan dibenahi, baik untuk sekolah yang berada di pedalaman maupun sekolah yang ada di perkotaan.

“Saya juga akan segera melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan untuk melakukan penambahan guru di Kaltara khususnya wilayah perbatasan yang terpencil dan perbatasan seperti Nunukan,” ungkapnya.

Kemudian, Triyono juga akan meminta kepada Pemerintah Pusat untuk turun tangan agar supaya masalah guru pada daerah terpencil dan wilayah perbatasan di Kaltara ini dapat ditangani ataupun dilakukan dengan cara konvensional. Selain itu, penanganannya tidak dapat menurut standar Nasional. Oleh karena itu, pemerintah pusat harus membuat regulasi sendiri untuk daerah-daerah khusus seperti wilayah perbatasan seperti di Kaltara ini.

Namun terlepas dari itu, salah satu hal yang membanggakan Kaltara dan sangat diapresiasi Triyono adalah dengan peringkat yang didapatkan Provinsi Kaltara sebagai terbaik ketiga di Indonesia terkait indeks integritas pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA skala Nasional.

“Sebaga Provinsi termuda, tapi sudah mampu mendapatkan peringkat di posisi ketiga, di bawah Jogjakarta yang di peringkat pertama dan Bangka Belitung di peringkat kedua, Ini merupakan hasil dari penilaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat,” imbuhnya.

Hal serupa juga diungkapkan Eko Harjianto, Sekertaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disdikbudparpora) Provinsi Kaltara, peringkat yang didapatkan Provinsi Kaltara ini merupakan berkat kerjasama dari semua pihak, seperti Panitia Pelaksana UN Provinsi, Kabupaten/Kota dan juga panitia pelaksana dari Sekolah, termasuk peran serta aparat kepolisian dalam mengawal pendistribusian soal UN tersebut dapat berjalan dengan baik. Kemudian dalam pelaksanaannya juga berkat kerjasama dari pengawas UN masing-masing sekolah yang telah displlin dalam pengawasan dan merujuk pada Prosedur Operasional Standar (POS) yang sudah ditetapkan.

“Kita patut bersyukur dengan prestasi ini, karena sebagai Provinsi Baru kita sudah mendapatkan hasil yang bagus dan lebih baik dari beberapa provinsi yang sudah berpengalaman,” jelas Eko saat disambangi di ruang kerjanya, Senin (18/5/2015) siang.

Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Kaltara jika melihat dari sisi integritasnya dengan prestasi yang didapatkan, namun jika dari hasil nilai UN yang diperoleh siswa – siswi SMA, nilai rata-rata yang diperoleh memang masih rendah tapi yang jelas kita telah melakukan UN dengan penuh integritas.

“Kota Tarakan lulus 100 persen, Malinau 99,9 persen karena ada 1 orang yang tidak lulus dengan alasan tidak mengikuti Ujian Sekolah, Kabupaten Tana Tidung lulus 100 persen, kemudian untuk Kabupaten Bulungan dan Nunukan belum melaporkan hasil UN ke Disdik provinsi karena masih mengumpulkan data-data dari satuan pendidikan,” jelasnya.

Eko mengharapkan, untuk tahun-tahun mendatang dapat meningkatkan indeks integritas kelulusan dan perolehan nilai rata-rata UN tahun mendatang juga terjadi peningkatan. Tentunya peningkatan ini juga harus dibarengi dengan upaya-upaya memperbaiki kekurangan-kerungan yang terjadi pada tahun ini. Baik dari sisi jumlah guru mata pelajaran, pemerataan guru, peningkatan kompetensi guru mata pelajaran dan juga memperbaiki sarana dan prasarana yang diperlukan seperti alat peraga mata pelajaran.

Selain itu, pembangunan laboratorium baik itu laboratorium bahasa dan juga laboratorium IPA. Kemudian juga harus memberdayakan laboratorium tersebut sesuai dengan fungsinya.

“Tapi yang paling mendesak adalah terkait penambahan dan penyebaran guru mata pelajaran yang sesuai. Seperti Mata pelajaran Matematika harus diajarkan oleh guru yang memiliki latar belakang lulusan matematika,” tegasnya.

Semoga kedepannya, siswa di Kaltara ini betul-betul diajar oleh guru yang memang memiliki kompetensi dibidangnya agar. #hms

Leave A Reply

Your email address will not be published.