BeritaKaltim.Co

“Love, Jazz & Fashion” Hadirkan 100 Model dan 20 Desainer

samarinda modeling webSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- -Sebanyak 20 desainer lokal unjuk kebolehan mempromosikan pakaian berbahan dasar khas Sarung tenun dalam event Kemilau Sarung Samarinda (KiSS). Diikuti 100 para modeling kegiatan Minggu (26/9/2015) malam lalu ini berlangsung di halaman Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda.

Mengusung thema “Love, Jazz & Fashion” menurut Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kominfo Samarinda Faisal, KiSS garapan Disparekraf dan Dekranasda Samarinda kali ini mengangkat busana romantic tajong sebagai bahan sarung yang bisa digunakan dalam berbusana pada kegiatan sehari-hari seperti ke kantor maupun ke pesta.

”Sebenarnya melalui kegiatan yang keempat kalinya ini tujuan kami adalah untuk memberikan pandangan kepada warga bahwa sebenarnya sarung Samarinda merupakan produk mahakarya yang bagus dan bisa dimanfaatkan sebagai fashion,” terang Faisal.

Oleh itu, tak salah jika ajang KiSS tadi merupakan kesempatan bagi para desainer lokal untuk menunjukan bakat kreasinya dalam mengelola bahan sarung sebagai busana yang memang layak tampil di muka umum.

Bahkan sambung dia, berkat kreatifitas diajang yang menjadi agenda rutin tahunan Dinas Pariwisata ini, kini pihaknya sudah melahirkan desainer yang bisa tampil pada ajang bergengsi pada event Jakarta Fashion Week.

”Tentu mahakarya ini menjadi kebanggaan tersendiri buat daerah dan semoga bisa menjadi inpsirasi bagi warga Samarinda,” terang Faisal.
Sementara Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail ketika membuka kegiatan tersebut malam itu menyampaikan kalau event KISS merupakan langkah jitu bagi masyarakat agar tidak jenuh terhadap sebuah produk.

“Caranya seperti kegiatan malam ini dengan memberikan inspirasi kalau bahan sarung dapat dikreasikan menjadi busana dengan berbagai motif dan ternyata bisa digunakan sebagai gaun pesta untuk kaula muda,” ujar Nusyirwan.

Sehingga ikon sarung Samarinda yang dulunya dikenal hanya sebagai kerajinan kini bisa dipadukembangkan melalui gerakan inovatif dan kreatif dan cepat sekali bergerak lewat Dekranas dan Dinas Pariwisata.

”Apalagi perbankan sekarang juga mulai mendukung dalam pengembangannya jadi saya pikir Sarung Samarinda sudah terbuka untuk publik tinggal sekarang tugas kita tetap menjaga kualitas jangan sampai ada kejenuhan produk,” ungkapnya.

Wawali juga menyarankan selain kreatif dalam hal membentuk busana setidaknya juga harus kreatif dalam hal pemasaran yang dibantu para desainer dengan pengembangan motif. Sehingga trik tadi setidaknya bisa memikat para konsumen untuk tertarik membeli sehingga dampak ekonominya juga bisa dirasakan oleh pengrajin.

”Jadi kalau semua ini tadi bisa bersinergi maka saya pastikan produk lokal di Samarinda bisa maju sehingga ekonomi kreatif di kota ini juga akan semakin maju,” jelas Wawali. Dalam kesempatan itu hadir juga Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan juga ketua Dekranas Samarinda Puji Setyowati. #HMS5

Comments are closed.