BeritaKaltim.Co

Proyek Jalan Ringroad Singkuang – Bandara Kalimarau Diportal Warga

525TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.COM – Progres pembangunan jalan ringroad Singkuang menuju Bandara Kalimarau Kabupaten Berau hingga kini belum terlihat.

Proyek yang menelan biaya miliaran rupiah menggunakan dana APBD murni Kabupaten Berau ini, tahap 1 dikerjakan PT Adhi Karya (persero) TBK dengan nilai Rp46,662,228,000, tahap 2 dikerjakan PT, Jasin Effrin Jaya, dengan anggaran Rp87,461,668,000, tahap 3, dikerjakan PT Paula Jaya, dengan anggaran Rp36,677,000,000, pekerjaannya hingga kini tidak ada kejelasan.

Menurut Kepala Bidang Pertanahan Kabupaten Berau, Sulaiman ketika dikonfirmasi beritakaltim.com mengatakan, masyarakat yang tanahnya terkena proyek jalan ringroad Singkuang, menanyakan pembayaran tanahnya.

“Di dalam ketentuan UU nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah sudah jelas, menentukan harga tanah yang berada dalam tahap pelaksanaan, seharusnya sebelum melakukan pekerjaan terlebih dahulu melakukan pembahasan di DPRD untuk pembentukan tim persiapan bersama SKPD, dan untuk penafsiran harga, seharusnya pihak SKPD mengikuti aturan sebagaimana tertuang dalam UU 22 tahun 2012 tentang pelelangan pengadaan tanah. Ini aturan belum lengkap sudah dilelang akibatnya pekerjaan terbengkalai,” terang Sulaiman.

Sementara itu, Kasi Bina Marga DPU Berau, Junaedi ST mengatakan, pihaknya sudah sosialisakan pada masyarakat namun masyarakat tetap memasang portal di proyek tersebut hingga kontraktor tidak bisa melanjutkan pekerjaan.

Dari hasil pantauan media ini di lapangan, alasan masyarakat yang tanahnya kena proyek jalan ringroad, menghentikan pekerjaan proyek tersebut karena tanah mereka belum dibayar Pemkab Berau.

“Kami dari masyarakat menahan pihak kontraktor melanjutkan pekerjaan karena tanah kami belum dibayar oleh pemerintah, sementara tanah kami semua sudah digarap pihak kontraktor,” ujar salah seorang pemilik lahan.

Pekerjaan jalan ringroad Singkuang menuju Bandara Kalimarau yang super megah ini tidak jelas kapan selesainya, masyarakat meminta agar pihak penegak hukum segera turun tangan, karena diduga ada pemufakatan jahat di proyek tersebut. #Junaedi

Comments are closed.