TANJUNG REDEB, BERITAKALTIM.com- Politisi yang dikenal berhasil membangun Berau, Makmur HAPK, mulai digadang warganya untuk maju sebagai kandidat Gubernur Kaltim yang bakal digelar tahun 2018 nanti.
Nama Makmur langsung melejit masuk barisan yang disebut-sebut publik bakal meramaikan bursa Pilgub. Sebelumnya sudah ada nama Walikota Samarinda Syaharie Jaang, anggota DPR RI Hadi Mulyadi, Walikota Balikpapan Rizal Effendi, mantan Bupati Kutim Isran Noor, Bupati Kukar Rita Widyasari serta mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam dan Bupati Kubar Ismail Thomas.
Ditemui beritakaltim.com di kediamannnya, Jalan Mawar, Kecamatan Tanjung Redeb pada Minggu (17/04/2016) siang, pria yang baru saja genap berusia 58 tahun pada hari Sabtu 16 April 2016 ini mengakui adanya dorongan kuat yang disampaikan warga di kabupaten berpenduduk hampir 300 ribu jiwa itu. Namun, menurut Makmur dirinya masih memiliki pertimbangan yang tinggi untuk ikut bersaing dalam bursa kepala daerah tingkat provinsi Kaltim itu.
“Kalau saya orangnya, kalau masih ada yang terbaik silakanlah untuk tampil. Karena Kaltim (Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim – red) ini betul-betul membutuhkan orang yang berkomitmen tinggi, dimana kondisi dan situasi yang ada cukup luar biasa sehingga tantangan juga cukup banyak. Jadi memang betul-betul diperlukan pemimpin yang kerja di Kaltim dengan penuh komitmen yang tinggi dan pengorbanan serta keikhlasan,” ungkap Makmur, yang juga Ketua DPD Golkar Kabupaten Berau.
Namun, apabila memang masyarakat Kaltim khususnya warga Kabupaten Berau yang pernah dilayaninya juga mendukung penuh dirinya untuk mencoba kembali melayani masyarakat Kaltim. Makmur akan siap maju dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk tampil di bursa pencalonan secara sportif.
“Saya sebagai generasi yang ada di Kaltim, sebenarnya kalau rakyat memang menghendaki yah kita pada dasarnya telah siap. Tetapi kalau ada pilihan lain dari rakyat Kaltim, yah silakan saja,” ujarnya seraya mengungkapkan dirinya tetap memiliki keinginan untuk memimpin Kaltim namun tidak terlalu juga ambisius, sehingga kelak bila dipercaya memimpin Kaltim baik sebagai Gubernur maupun wakil gubernur Kaltim, dirinya betul-betul bisa bekerja secara maksimal dan dapat menjalankan amanah masyarakat Kaltim secara baik dan bijaksana.
Seperti diketahui masa jabatan Gubernur Awang Faroek akan berakhir kurang lebih dua tahun lagi, Gubernur Awang Faroek Ishak bersama wakil Gubernur Kaltim Mukmin Faisyal akan berakhir 17 Desember 2018. Merujuk UU Nomor 8/2015 tentang Pilkada, maka Kaltim masuk tahap ketiga pilkada serentak di Indonesia. #MAR
Comments are closed.