BeritaKaltim.Co

Peraturan Walikota (Perwali) No 8 Tahun 2008, Tentang Wajib Belajar

BONTANG, BERITAKALTIM.com – Penerapan Peraturan Walikota (Perwali) No 8 tahun 2008, tentang wajib belajar dari pukul 19.00 hingga 21.00 wita diperketat. Bahkan, sejumlah poin mekanisme tambahan diusulkan masuk sebagai dasar penegakan Perwali tersebut.

Salah satunya, kewajiban bagi seorang pelajar untuk memiliki Kartu Pelajar sebagai bukti identitas diri. Hal itu diusulkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kepada Pemerintah Kota Bontang.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Bontang, Basri mengatakan pihaknya kerap dibohongi oknum pelanggar yang terjaring razia saat jam malam, dengan mengaku sebagai siswa di salah satu sekolah di Kota Taman yang tentunya dapat merusak citra sekolah yang dituding.

“Sudah banyak kasus seperti itu. Kadang ada pemuda usia sekolah, saat terjaring patroli, dia langsung mengaku sebagai pelajar di salah satu sekolah yang ada di Kota Bontang. Agar dapat meloloskan diri ketika ditanyakan identitasnya Kartu Tanda Pelajar (KTP),” jelas Basri, Rabu (25/05/2016).

Namun demikian, petugas penegak Peraturan Daerah (Perda) tersebut tidak mudah tertipu. Karena ketika pengakuan itu terjadi, petugas pun langsung mengkonfirmasi kebenaran tersebut kepada sekolah terkait, sehingga kebenaran dapat terkuak.

Untuk itu, kata Basri, jika memang Pemerintah Kota (Pemkot) ingin memperketat pemberlakuan peraturan Perwali ini, maka seharusnya pendukung dan penguat saling bersinergi agar penerapannya dapat berjalan optimal di lapangan.

“Dalam rapat beberapa waktu lalu, saya sudah mengusulkan kepada sekolah-sekolah agar memiliki kartu pelajar bagi semua siswanya. Tapi, saya kurang tahu apakah usulan saya sudah dijalankan atau belum.

Untuk itu saya berharap Dinas Pendidikan (Disdik) dapat mendukung usulan ini untuk mengoptimalisasikan Perwali,” tutupnya. #din

Comments are closed.