BeritaKaltim.Co

Target Harga Daging 80 Ribu di Perbatasan Terkendala

NUNUKAN, BERITAKALTIM.COM – Upaya pemerintah menekan harga daging sapi segar ke harga kisaran Rp80.000, dipastikan akan menemui kendala. Penjual daging sapi segar di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan mempertanyakan langkah pemerintah tersebut karena di sana harga daging sapi segar paling murah 130.000 rupiah.

Salah seorang penjual daging sapi segar di Nunukan Ahmad Nuklir mengatakan, harga sapi di daerah perbatasan negara sudah tinggi sehingga penjual daging dipastikan kesulitan menjual daging sapi segar dengan harga murah.

“Sapi hidup itu saja harganya sudah 100.000 perkilonya, itu dengan bobot 70 sampai 80 kilo. Kalau dijual 80 siapa yang nombokin? Kalau pemerintah mau subsidi biar 50 ribu kita bisa jual, ” ujar Amat, Kamis (26/05/2016).

Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi segar warga Nunukan, Amat Nuklir mengaku telah mendatangkan langsung sapi dari Gorontalo. Di Gorontalo harga sapi diakui ahmad sudah cukup tinggi, belum lagi ongkos angkut ke Tarakan dan Nunukan.

Tingginya ongkos angkut sapi dari Gorontalo juga membuat harga sapi di Nunukan mencapai 14 hingga 15 juta rupiah satu ekor. “Kita datangkan sendiri langsung dari Gorontalo. Harganya sudah mahal belunm lagi ongkos kirim dari Gorontalo. Kalau ongkos kirim dari Tarakan ke Nunukan satu ekor 200 ribu.

Kita terima sudah di Tarakan,” imbuh Amat.

Memasuki bulan puasa dan idul Fitri harga daging sapi segar di Nunukan yang semula 130.000 dipastikan akan mengalami kenaikan. Hal tersebut merupakan kebiasaan dimana semua harga kebutuhan dipastikan naik jika menjelang puasa dan idul fitri dikarenakan adanya kenaikan permintaan. Meski demikian Amat Nuklir mengaku belum bias memastikan besaran kenaikan harga daging sapi segar. Untuk menhadapi bulan Ramdahan dan Idul Fitri, Amat Nuklir mengaku telah menyediakan lebih dari 40 ekor sapi siap potong.

” Untuk menghadapi puasa dan lebaran kita sudah mendatangkan lebih dari 40 ekor. Harga naik menjelang lebaran itu biasa.Tapi kita tidak tahu berapa kenaikannya karena tergantung permintaan juga.

Lagi pula banyak penjual daging dadakan kalau lebaran,” kata Amad. #dhim

Comments are closed.