SAMARINDA. BERITAKALTIM.COM – Sudah sebulan lebih, tujuh anak buah kapal (ABK) Tug Boat (TB) Charles asal Samarinda menjadi sandera kelompok bersenjata Filipina, yang dikenal dengan sebutan Abu Sayyaf. Namun, sampai saat ini, nasib para ABK belum juga diketahui secara pasti.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Andi Paisal Assegaf menyatakan turut prihatin dan berdoa agar keluarga para awak yang disandera diberikan kesabaran. “Saya secara pribadi turut prihatin dan berharap semoga para ABK yang menjadi sandera kelompok bersenjata Filipina segara kembali ke Indonesia,” ucapnya.
Para ABK yang disandera tersabut diketahui menjadi korban penyanderaan 20 Juni. Andi Paisal Assegaf meminta kepada pemerintah segera mengupayakan pembebasan secepatnya. “Pemerintah bisa menggunakan cara yang sama saat membebaskan ABK yang menjadi korban sanderaan Abu Sayyaf sebelumnya,” terang dia.
Pembebasan sandera ini menurut dia merupakan tanggungjawab utama oleh pihak perusahaan. “Sebagai bentuk tanggungjawab, perusahaan harusnya memberikan penjelasan kepada keluarga korban terkait penyanderaan ini. Dengan dibantu oleh pemerintah, semoga para ABK segera kembali ke tanah air,” harap dia.
Untuk mencegah terjadinya kasus yang sama, Andi Paisal Assegaf mengatakan, DPRD Kaltim meminta agar pengawasan keamanan perairan Filipina dan Indonesia diperkuat. “Kita harus belajar dari pengalaman dan tidak jatuh pada persoalan yang sama. Perketat keamanan perairan kita agar tidak ada lagi kasus ABK yang menjadi korban penyanderaan warga asing,” ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini terdapat tujuh ABK yang masih menjadi tawanan kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Mereka disandera saat menarik tongkang Roby 152 hendak pulang menuju tanah air. Keseluruhan kru kapal terdapat 13 orang, namun kelompok ekstremis itu hanya menyandera 7 orang saja, sedangkan 6 sisanya dibiarkan tetap berlayar menuju Samarinda.
Kini keluarga dari 7 ABK tersebut masih cemas dengan kondisi sanak keluarga mereka. Pasalnya hingga saat ini tidak ada kejelasan dari pemerintah pusat mengenai kondisi kesehatan maupun proses pembebasan.
Alhasil, keluarga korban pun telah mengirimkan petisi kepada Preside RI, Jokowidodo untuk segera membebaskan para tawanan dengan cara apapun, termasuk dengan membayar uang tebusan yang diminta. #adv/akb/gg
Comments are closed.