BeritaKaltim.Co

P2TP2A Kaltim Koordinasi ke P2TP2A Berau

unnamedTanjung Redeb, BERITAKALTIM.COM – P2TP2A atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kalimantan Timur, Rabu (14/12/2016) lalu mengadakan koordinasi ke P2TP2A Kabupaten Berau di Lapau Baluum (tempat berlindung) yang merupakan seketariat Jalan Murjani 1 Tanjung Redeb.
Wakil Ketua P2TP2A Hj Rustinah Rasyid SH MM bersama Hj Mardiani divisi penguatan jaringan informasi dan dokumentasi dan staf sekretariatnya Ani Suryati SE mengunjungi Lapau Baluum yang baru saja berdiri. Koordinasi berjalan dan diterima Ketua P2TP2A Fika Yuliana Tantomo, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Hj Wiyati SE serta jajaran divisi P2TP2A Kabupaten Berau.
Dalam pemaparannya P2TP2A Kaltim dalam menangani dan mendampingi korban kekerasan , bersifat lebih jemput bola, seperti yang disebutkan oleh Hj Mardiana. Yang mana tim yang terdiri dari konselor dan divisi di P2TP2A yang saling berkaitan, mendatangi korban kekerasan baik itu kekerasan seksual terhadap anak, kekerasan fisik ataupun istri dalam rumah tangga, penelantaran, atau kasus lain yang masuk dalam ranah P2TP2A.
Tidak menunggu menerima laporan, karena masyarakat ada yang enggan melapor karena faktor malu atau faktor lainya. Disinilah peran P2Tp2A sangat berperan untuk dapat meminimalisi terjadinya kasus2 kekerasan.
Sementara itu, seperti yang dipaparkan Ketua P2TP2A Fika Yuliana , saat ini seiring perkembangan , P2TP2A Berau baru saja memiliki sekretariat. Sebelumnya masih menempel di Kantor Badan pemberdayaan Perempuan dan KB. “Lapau Baluum akan diresmikan pada tanggal 21 Desember mendatang, yang merupakan wadah sesuai dengan fungsinya wadah pelayanan bagi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dan berupaya memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak dalam rangka terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender.
unnamed (1)Sejak dilantik pada Agustus lalu, P2TP2A terus berupaya untuk menunjukkan eksistensinya, dengan menambah kualitas divisi yang mana mereka ini dikirim untuk mengikuti pelatihan2 untuk penanganan dan pendampingan.
Disebutkan ada 72 kasus yang ada di P2TPA, diantaranya yang paling banyak adalah kasus kekerasan seksual.
Sedangkan sisanya adalah anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), masalah rumah tangga, kekerasan terhadap anak dan penelantaran anak.
Seperti diketahui P2TP2A atau Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak merupakan pusat kegiatan terpadu yang didirikan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan menyediakan pelayanan bagi masyarakat Indonesia terutama perempuan dan anak korban tindak kekerasan. P2TP2A bertujuan untuk elakukan pelayanan bagi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dan berupaya memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan perempuan dan anak dalam rangka terwujudnya Kesetaraan dan Keadilan Gender.
Pengelola P2TP2A merupakan masyarakat, unsur pemerintah, LSM perempuan, pusat studi wanita, perguruan tinggi dan organisasi perempuan serta berbagai pihak lainnya yang peduli dengan pemberdayaan perempuan dan anak dengan fasilitator Badan Pemberdayaan Masyarakat di setiap provinsi seluruh Indonesia. #MAR

Comments are closed.