BeritaKaltim.Co

Bangun Mall dan Hotel di Tanjung Laut Bontang Terbentur Jalan

BONTANG,beritakaltim.co- Rencana pembangunan Bontang City Mall di kawasan RT 25 Desa Tanjung laut, Kecanatan Bontang selatan, dengan luas lahan 1,9 hektar, masih terbentur aset milik Pemerintah Kota Bontang.

Ketua Komisi B II DPRD Kota Bontang, H Ubayya, saat memimpin sidak di lokasi rencana Pembangunan Mall dan Hotel, Kamis (2/2/2017), mengungkapkan, pelaksanaan pembangunan Mall masih terkendala dengan salah satu aset Pemkot berupa jalan yang telah dibuat Pemerintah dengan nilai Rp222 juta.

Menurutnya, jalan yang panjangnya 80 meter dengan lebar 3 meter, yang memotong lahan lokasi Pembuatan Mall, menjadi penghambat bagi Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan sertifikasi Lahan, dikarenakan masih milik Pemkot. Di samping itu sesuai dengan Permendagri No 19 tahun 2016 mengatur tentang pengelolaan aset Daerah serta pengahapusan aset harus melalui mekanisme persetujuan DPR.

“Ya, Kalau itu untuk kepentingan orang banyak, kita (DPRD,red) setuju saja dilakukan penghapusan aset yang berupa jalan ini, tapi sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ungkap Ubayya.

H.Ridwan Habibon, pemilik awal lahan yang berupa bandan jalan yang saat ini telah menjadi aset Pemkot, sangat berharap segera dihapuskan asset jalan tersebut, mengingat pentingnya pembangunan Mall yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat disekitarnya.

“Kami harap Anggota Dewan yang hadir di sini dapat segera menyelesaian persoalan ini yang hanya berkaitan administarasi saja. Dengan pembangunan Mall ini tentu sangat bermanfaat bagi warga di sekitarnya,” ungkap H.Ridwan Habibon, mantan Kepala Desa Tanjung Laut.

Menurutnya, saat ini dalam proses pengurusan adimistrasi pengahapuasan aset agar segera mendapat persetujuan DPR. “Ini seperti tukar guling, pihak investor tetap akan buatkan jalan serupa di lokasi lain,” tambah Roni. #nd/Adv

Leave A Reply

Your email address will not be published.