NUNUKAN, BERITAKALTIM.co – Keberadaan kapal tol laut di wilayah perbatasan Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara belum mampu menekan disparitas harga sembako dari Malaysia.
Salah satu pedagang di Sebatik Muhammad Jaffar mengatakan, meski pemerintah telah mensubsidi ongkos angkut barang dari Surabaya namun harga sembako dari Malaysia masih lebih murah.
Dia mencontohkan minyak goreng dari Surabaya 1 dus isi 12 pek seharga Rp158 ribu, sementara minyak goreng dari Tawau Malaysia 1 dus isi 17 pek seharga 60 ringgit atau setara dengan 180 ribu rupiah.
”Dari Surabayanya masih mahal, belum ongkos kirim. Masyarakatkan milihnya yang murah,” ujarnya Sabtu (01/04/2017).
Sementara pedagang Sebatik lainnya Herman mengatakan, persepsi warga perbatasan terhadap kapal tol laut juga masih salah. Pemahaman warga perbatasan kapal tol laut merupakan kapal yang membawa Sembako ke wilayah perbatasan sehingga warga bisa langsung membeli sembako di atas kapal tol laut.
“Yang bisa mengurangi ketergantungan warga perbatasan terhadap sembako dari Malaysia kalau langsung di drop sembako seperti itu,” ujarnya.
Tol laut yang mensubsidi ongkos angkut hingga 500 ribu perkubik, menurut Herman, sangat membantu warga perbatasan. Namun para pedagangj di Sebatik mengaku masih kesuitan mendapatkan barang murah dari Surabaya karena sebagian besar pabrik telah memiliki agen dan distributor di Nunukan maupun di Tarakan.
Pedagang di Sebatik juga meminta pemerintah memberikan akses langsung kepada pabrik agar bisa menekan perbedaan harga di wilayah perbatasan.
”Di Surabaya kita tidak bisa mengambil barang dengan harga murah karen kita tidak bisa langsung ke pabrik karena pabrik sudah memiliki distributor. Harga sembako di Surabaya sama dengan harga distributor di Tarakan maupun di Nunukan,” imbuhnya.
Untuk mengajak warga perbatasan tidak lagi bergantung Sembako kepada Malaysia, produk sembako dari Surabaya juga harus memiliki kemasan yang menarik dan mempunyai kemasan perkilo seperti sembako dari Malaysia.
Selama ini kemasan sembako dari Surabaya tidak emmiliki kemasan yang menarik dan kemasan dalam jumlah besar.
”Seperti gula dan minyak dari Malaysia itu dikemas di plastik yang transparan sehingga pembeli tahu kualitas barang dan takarannya,” ucap Herman. #dhi
Comments are closed.