MUARA BADAK, beritakaltim.co- Calon Gubernur Kaltim Rusmadi Wongso mendapat sambutan antusias warga Toko Lima, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (12/3/2018).
Rusmadi yang hadir berkampanye dihadapan sekitar seribu warga memuji masyarakat Toko Lima yang sebagian besar suku dari Sulawesi karena kompak dan saling menghormati dengan warga suku lain.
Saat datang ke Toko Lima, Rusmadi disambut oleh budaya seni tari reog. Kemudian ada juga sebuah layang-layang diterbangkan oleh Rusmadi bersama salah satu warga.
Rusmadi yang akrab dipanggil Cak Rus tak lupa memperkenalkan diri sebagai calon Gubernur yang lahir di kota Samarinda. Dengan jabatan terakhir Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kaltim. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).
“Saya memulai karir di Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan menjadi guru dan dosen. Dan, menurut survei untuk memimpin daerah provinsi dibutuhkan birokrat dan akademisi. Alhamdulillah, syarat ini saya terpenuhi,” kata Rusmadi.
Rusmadi juga mengatakan ia berpasangan dengan seorang jenderal bintang dua Polri, Safaruddin sesungguhnya sudah memiliki pengalaman memimpin Kalimantan Timur.
“Saya dan Bapak Safaruddin sesungguhnya tidak lagi mengejar kekuasaan, karena sudah pernah memimpin Kaltim di birokrat dan Bapak Safaruddin pernah menjadi Kapolda Kaltim. Mudahan, masyarakat memilih Rusmadi dan Safaruddin dengan ikhlas,” kata Rusmadi.
Rusmadi dan Safaruddin maju untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur mengandalkan 10 program yang disebut “Dasacita”. Di antaranya di bidang ekonomi Kaltim Mandiri dengan cara membuka kesempatan kerja seluas-luasnya.
Lalu, bidang kesehatan memprogram membangun 10 rumah sakit pratama type C dan menjamin tidak ada tumah sakit menolak pasien tidak mampu. Pemprov menanggung biaya rumah sakit melalui program BPJS.
Dibidang infrastruktur Rusmadi-Safaruddin memprogram “Kaltim Mulus”. Juga “Kaltim Aman” untuk semua warga maupun investor.
Ada lagi “Kaltim Religius” dan “Kaltim Bebas Banjir” terutama untuk 2 kota, Balikpapan dan Samarinda.
“Bapak Ibu demo saja Kantor Gubernur Kaltim, ketika saya jadi memimpin Kaltim tidak membangun rumah sakit. Ini bukan hanya janji saja, tapi memang saya sudah programkan bersama Bapak Safaruddin,” kata Rusmadi.
Rusmadi menyebut ia tahu benar bagaimana pengelolaan anggaran pemerintah untuk pembangunan pendidikan dan kesehatan. Pengalaman menjadi Sekda dan Kepala Bappeda Kaltim tak menyulitkan dirinya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
Dalam program Rp 10 miliar per desa, Rusmadi menekankan bahwa masyarakat harus siap untuk terlibat dalam pembangunan. Masyarakat harus bisa mengerti dan paham, anggaran pemerintah tak boleh dibelanjakan sembarangan.
“Tapi uang Rp 10 miliar ini siap untuk membangun jalan, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar, kalau masyarakat siap mendukung dan mandiri untuk membangun perekonomian desa,” katanya. #ym
Comments are closed.