TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO- Ketua DPRD Berau, Hj Sarifatul Sya’diyah S Pd MSi menyebut, untuk membangun pertumbuhan ekonomi di pedesaan atau di perkampungan, ada dua motor pertumbuhan ekonomi desa yakni pengembangan Produk Unggulan Kawasan Pedesaan (Prukades) dan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa memacu pertumbuhan ekonomi di desa.
“Kalau dua motor ini ada di masing – masing desa dan dijalankan dengan manajemen yang baik, kami optimis pertumbuhan ekonomi di masing – masing desa berputar dan tumbuh luar biasa, sekalipun disaat kondisi keuangan daerah mengelami devidit seperti sekarang ,” ungkapnya, Sabtu, (17/3).
Dijelaskannya, pengembangan Prukades dapat meningkatkan perekonomian desa karena melibatkan sejumlah pihak – pihak terkait, diantaranya Diskoperindag, pelaku usaha, dan perbankan dalam mengembangkan segala potensi yang ada di desanya masing-masing. Untuk itu setiap desa harus fokus pada produk unggulan sehingga memiliki skala produksi guna menggandeng para investor.
“Kami minta kepada instansi terkait untuk menentukan produk unggulannya, agar dunia usaha bisa masuk ke desa, sehingga dengan pengembangan Prukades ini bisa meningkatkan pendapatan dan perekonomian di desa termasuk masyarakatnya,” ujar Sarifatul.
Sarifatul menambahkan, penggerak lainnya ialah melalui BUMDes yang mendapatkan respon positif dari banyak desa karena keuntungan dari hasil BUMDes menambah pendapatan desa sehingga perekonomian di desa menjadi tumbuh pesat.
“BUMDesnya ini keuntungannya milik desa. Nanti keuntungan tersebut akan dikembalikan ke desa yang akan dimanfaatkan untuk program yang berguna bagi masyarakat, untuk membiayai kebutuhan masyarakat yang tidak mampu,” Terannya.
Menurut informasi, kata Sarifatul, dalam waktu satu setengah tahun telah mengalami peningkatan dalam hal pembentukannya dari 2.000 BUMDes, menjadi sekitar 22.000 BUMDes di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu terdapat 5.000 BUMDes yang telah mengantongi keuntungan di atas Rp10 juta hingga Rp15 miliar.
“Seperti BUMDes di Bali yang mengelola desa wisata, keuntungannya bisa mencapai Rp 15 miliar. Selain itu di Jambi yang BUMDes nya mengelola sampah saja meraup keuntungan Rp 3 miliar,” Jelasnya.
Oleh sebab itu, Sarifatul berharap kepada smua instansi terkait diharapkan dapat menerapkan dua program tersebut, mengingat keuantungan pengelolaan Prukades da MUMDes tersebut, jika dikelola dengan baik dan benar, dapat berdampak positif terhadap pembanngunan desa, dan masyarakat. Harapnya.ADV/MAR
Comments are closed.