BeritaKaltim.Co

Penjualan Sapi Kurban Masih Sepi

SANGATTA, beritakaltim.co– Dua Minggu menjelang Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus mendatang, penjualan hewan kurban masih relatif sepi pembeli.

Hal itu diakui Dahlis salah seorang pedagang sapi di Jalan APT Pranoto, Kecamatan Sangatta Utara, mengaku penjualan sapi tahun ini relatih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun kemarin diwaktu ini saya bisa menjual sebanyak 50 ekor sapi. Tapi, sampai hari ini dari total 70 sapi yang saya jual, baru laku 30 ekor, tidak seramai tahun lalu,” ungkap Dahlis saat ditemui Senin (29/7/2019).

Bahkan ditahun seblumnya dirinya mengaku menjual 100 lebih ekor sapi. Namun untuk tahun ini dirinya hanya mendatangkan sebanyak 70 ekor sapi saja.

Menurut pria berumur 49 tahun ini, sepinya pembeli dirasa adanya kenaikan harga jual. Ditambah lagi menjamurnya pedagang sapi di wilayah Sangatta. Ia pun mulai kawatir karena sapi-sapi miliknya tidak terjual semua.

“Mungkin seminggu sebelum lebaran baru ramai, mudahan saja bisa laku semua,” harapnya.

Hewan kurban yang dijual Dahlis berasal dari lur daerah. didatangkan dari Kabupaten Bone dan Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Harga jual sapi tergantung pilihan pembeli. Mulai dari puluhan hingga belasan juta untuk satu ekor sapi, tergantung beratnya sapi. Saat ini dia menjual sapi di kisaran harga Rp 18 hingga Rp 30 juta.

“Tergantung beratnya yang paling mahal Rp 30 juta dengan berat 200 kilo,” ungkapnya.

Pria yang memili kumis tebal ini mengatakan sapi-sapi yang dijualnya dijamin kesehatan. Pasalnya, sebelum dibawa untuk dijual, ia sudah harus melewati serangkaian pemeriksaan serta melengkapi dokumen resmi kepemilikan ternak.

“Saya jamin sapi yang saya jual sehat dan aman,” tegas Dahlis (hms10)

Comments are closed.