BeritaKaltim.Co

Sosialita di Samarinda, Berbuat Positif tak Harus Glamour

SAMARINDA, beritakaltim.co- Ngomongin tentang klub sosialita pastilah di benak kita muncul gambaran sekelompok ibu-ibu glamour dengan perhiasan dan pakaian serba mahal. Kemudian kumpul di coffee shop hotel berbintang untuk sekedar arisan atau hanya melampiaskan hobi nongkrong.

Tapi, sebenarnya tak seluruh anggapan itu benar. Sebab di Samarinda juga ada klub sosialita beranggotakan para istri pengusaha dan pejabat, yang secara ekonomi sudah sangat mapan, namun mereka justru berpenampilan sederhana dengan pakaian dan perhiasan seadanya, walau tetap terkesan modis.

“Sebenarnya ada pandangan yang keliru tentang sosialita. Masyarakat menilai kelompok atau grup sosialita itu kumpulan para istri kalangan atas yang suka berpenampilan wah,” ucap Rinda Wahyuni yang akrab disapa Bunda Rinda.

Rinda Wahyuni: Ada yang salah dalam persepsi masyarkat tentang istilah sosialita.

Lantaran ada persepsi yang keliru itu Bunda Rinda ingin sekali meluruskan agar masyarakat umum tidak salah memberikan penilaian. Dalam sudut pandangnya, sebutan sosialita itu secara harfiah artinya adalah kelompok atau orang-orang khususnya para wanita yang senang dan terpanggil melakukan kegiatan sosial.

“Yang namanya bersosialisasi itu kan gak harus di tempat-tempat mewah dan mahal. Kalau saya dan teman-teman sih yang penting tempatnya nyaman, kita bisa ngobrol santai, gak harus di kafe, di rumah juga oke,” tuturnya.

Sebagai istri seorang politisi terkenal, Rinda tidak tergolong yang hobi menampilkan kegiatan arisan di hotel hotel berbintang, atau ikut-ikutan arisan perhiasan dan tas bermerek branded yang mahal.

“Banyak juga sih grup sosialita di samarinda yang suka ajak-ajak kumpul kumpul di hotel. Ada juga sih teman yang hobi seperti itu. Kalau dulu sih masih mau ikut kegiatan seperti itu, sekarang mungkin faktor usia kali ya, sudah gak tertarik lagi,” cerita Rinda.

Cerita tentang grup sosialita di Samarinda, disampaikan juga oleh Hj Yanijar Saleh yang akrab dipanggil Bunda Nisa. Dia juga mengaku mengetahui adanya kelompok-kelompok ibu-ibu seperti itu di kota Tepian. Ada kelompok yang anggotanya 10 orang atau sampai 20 orang. Mereka dari berbagai kalangan yang kemudian dari ngumpul-ngumpul muncul ide untuk berbuat sesuatu yang positif.

“Sebenarnya itu tergantung gaya hidup ya. Banyak juga grup sosialita yang glamour, setiap acara di hotel bintang. Arisannya itu tas-tas brended yang harganya juga puluhan bahkan ratusan juta. Ya sah-sah aja sih, kan karakter orang kan beda-beda. Ada yg suka tampil sederhana ada yang glamour,” cerita Bunda Nisa.

Tapi pada prinsipnya, kegiatan para sosialita ini juga cukup positif. Tidak semata-mata kumpul-kumpul, tapi sering juga melakukan kegiatan sosial, seperti tiap hari Jumaat mereka kerap kali membuat nasi kotak buat dibagikan ke saudara-saudara yang kurang mampu, bahkan saat terjadi bencana banjir atau kebakaran, merekapun turun ke lokasi untuk ikut membantu para korban. #

Wartawan: Rh

Comments are closed.