BeritaKaltim.Co

Ramai-ramai Budidaya Madu Kelulut di Desa Bhuana Jaya Tenggarong Seberang

BERITAKALTIM.CO- Madu dari lebah tanpa sengat atau yang disebut kelulut kini mulai dibudayakan di Kutai Kartanegara, di mana madu itu memiliki khasiat tidak kalah dengan madu lebah hutan. Madu kelulut mempunyai nilai jual tinggi dibandingkan madu biasanya.

Madu kelulut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, pasalnya aman dalam membudidayakannya meski dekat dengan pemukiman. Syarat membudidayakannya adalah asalkan tersesedia sumber makanan bagi madu kelulut.

Di Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, kini madu kelulut kian ramai dibudidayakan, dengan memiliki puluhan koloni atau sarang kelulut untuk menghasilkan madu asli.

Suwondo di lokasi tempatnya membudidayakan madu kelulut.

Menurut seorang peternak madu kelulut Suwondo, dirinya beternak madu kelulut itu sudah berjalan empat tahun, dan baginya tidak lah sulit hanya menyediakan pohon bekas dari kayu hutan yang menjadi sarang madu kelulut.

Kemudian dibuatkan atap serta kotak sebagai tempat untuk kelulut mengembangbiakkan koloninya, dan kotak itu ditutup dengan plastik. Kemudahan lainnya, peternak tidak harus menyiapkan pakan setiap hari, cukup disiapkan sumber pakannya saja, maka kelulut akan mencari makanannya sendiri.

“Salah satu sumber pakan kelulut adalah bunga iar mata pengantin atau tumbuhan yang berkembang sepanjang tahun di sekitar area ternak, yang menjadi kesukaan kelulut untuk mendapatkan madu bunganya, sehingga tanaman tersebut menjadi syarat penting jika ingin beternak,” terang Suwondo.

Koloni milik Suwondo kini sudah mencapai 58 kotak, dengan mengembangkan dua jenis kelulut yaitu Hetero trigona itama serta hetero trigona leuviciep, dan dirinya pun menyiapkan tempat khusus untuk menyimpan koloni tersebut yang ditempatkan dibelakang rumahnya berada didekat hutan di susun secara berbeda-beda, sehingga membuat kelulut mudah mencari sumber makanan serta lebih rajin menghasilkan madu.

Untuk masa panennya, madu kelulut dapat dipanen kapan saja, asalkan dalam hitungan satu hingga tiga bulan, dalam rentang waktu itu madu yang dihasilkan sudah lebih banyak.

Budidaya madu kelulut oleh Suwondo.

“Memanen madu kelulut tidaklah sulit, cukup menyedot dari satu persatu koloni bahkan dapat dikonsumsi secara langsung di tempatnya. Untuk memanen satu koloni dibutuhkan waktu 30 menit, dan hasil yang didapat beragam setengah hingga satu liter madu kelulut,” beber Suwondo.

Dalam proses pembudidaya madu kelulut itu juga dipengaruhi oleh faktor cuaca, jika musim penghujan maka madu kelulut sangat sedikit, namun apabila musim panas madu kelulut akan lebih banyak. Selain itu juga, tumbuhan bunga sepanjang tahun di sekitar peternakan madu kelulut sangat mempengaruhi, dimana nectar atau makanan madu kelulut harus selalu tersedia setiap hari.

“Budidaya madu kelulut ini juga di pengaruhi faktor cuaca, jika dimusim penghujan madu akan sedikit dihasilkan, apabila dimusim panas bukan kemarau madu lebih banyak di hasilkan oleh kelulut, tumbuhan bunga sepanjang tahun juga harus kita sediakan di sekitar peternakan madu kelulut seperti belimbing, pisang, kepala dan bunga air mata pengantin dimana hal tersebut sangat berpengaruh pada nectar atau makanan untuk kelulut yang dihasilkan menjadi madu,” jelas Suwondo.

Untuk harga madu kelulut dipatok Rp. 300.000,- dengan ukuran 330 mililiter, harga itu lebih tinggi dibandingkan madu biasanya, dan kini Suwondo banyak menerima pesanan dari dalam maupun di luar daerah.

Selain itu juga, perternakan madu kelulut milik Suwondo ini akan dijadikan tempat wisata edukasi bagi para pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum, tak jarang lokasi tersebut kini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal.

Untuk diketahui, manfaat jika mengkonsumsi madu kelulut dapat membantu menjaga imun tubuh, dimana madu kelulut mengandung banyak vitamin, dan juga dapat mengatasi penyakit seperti batuk, diabetes, membantu mencerdaekan otak serta menambah nafsu makan hingga sebagai bahan kecantikan. #

Wartawan: Fai

Comments are closed.