BeritaKaltim.Co

China sebut saatnya untuk memulai lagi negosiasi AS-Iran

BERITAKALTIM.CO – Kementerian Luar Negeri China menyebut saat ini adalah saat yang tepat bagi Amerika Serikat dan Iran untuk memulai kembali negosiasi damai sekaligus upaya untuk membuka Selat Hormuz.

“Sekarang pintu dialog telah dibuka, pintu itu tidak boleh ditutup lagi. Penting untuk menjaga momentum dalam meredakan situasi, tetap pada arah penyelesaian politik, terlibat dalam dialog dan konsultasi, dan mencapai penyelesaian mengenai isu nuklir Iran dan isu-isu lain yang mengakomodasi kekhawatiran semua pihak,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China dalam laman kementerian tersebut yang diakses Antara, Sabtu.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan pertemuan Presiden Xi dan Presiden Trump membicarakan kondisi Timur Tengah termasuk kondisi di Selat Hormuz.

Wang Yi menyebut China menganjurkan agar Selat Hormuz segera dibuka kembali dengan mempertahankan gencatan senjata.

Ia mengatakan China selama ini terus berupaya mendorong perdamaian dan memfasilitasi perundingan, dan akan terus memainkan perannya untuk mendorong perang segera mereda serta memulihkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.

“Gencatan senjata AS-Iran baru-baru ini dan upaya untuk menjajaki penyelesaian masalah melalui negosiasi disambut baik oleh negara-negara regional dan masyarakat internasional. China selalu percaya bahwa dialog dan negosiasi adalah jalan yang benar, dan penggunaan kekerasan adalah jalan buntu,” demikian disebutkan dalam keterangan tersebut.

China menegaskan penting untuk membuka kembali jalur pelayaran sesegera mungkin untuk menanggapi seruan komunitas internasional dan bersama-sama menjaga rantai pasokan global tetap stabil dan tidak terhambat.

“Penting untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan langgeng sesegera mungkin, memungkinkan perdamaian dan stabilitas kembali ke Timur Tengah dan kawasan Teluk secepat mungkin, dan meletakkan dasar untuk membangun arsitektur keamanan yang berkelanjutan bagi kawasan tersebut.

Sejak konflik dimulai, Tiongkok menegaskan telah berupaya untuk mengakhiri konflik dan mewujudkan perdamaian.

“China akan terus bertindak sesuai dengan empat usulan Presiden Xi Jinping, dan bekerja sama dengan komunitas internasional untuk memberikan dukungan yang lebih kuat bagi perundingan perdamaian dan memainkan peran konstruktif dalam mencapai perdamaian abadi di Timur Tengah,” katanya.

Meski begitu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan upaya mediasi yang dipimpin Pakistan dengan AS belum gagal, tetapi menghadapi “jalan yang sangat sulit”, dengan alasan ketidakpercayaan terhadap Washington dan pesan-pesan Amerika yang kontradiktif.

Berbicara kepada wartawan internasional di Kedubes Iran di New Delhi, Jumat (15/5), di sela-sela pertemuan menteri luar negeri BRICS, Araghchi mengatakan Iran tetap berkomitmen pada diplomasi meski apa yang digambarkannya sebagai gencatan senjata yang “goyah” setelah perang baru-baru ini yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran.

“Pada kenyataannya, tidak ada solusi militer untuk apa pun yang berkaitan dengan Iran,” kata Araghchi seraya mengatakan bahwa Teheran hanya akan terlibat dalam “negosiasi nyata” jika pihak lain menunjukkan keseriusan dan mencari “kesepakatan yang adil dan seimbang.”

ANTARA | WONG

Comments are closed.