BeritaKaltim.Co

Apa Itu Aspal Karet yang Diusulkan Anggota DPRD Kaltim?

BERITAKALTIM.CO- Ada gagasan menarik dari anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu. Dia mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mulai mencoba inovasi baru dalam pembangunan jalan menggunakan jenis aspal karet.

Apa itu aspal karet?

Dari referensi tulisan yang muncul dari pencarian google, terdapat artikel yang disebut ditulis oleh Henry Prastanto, Peneliti Aspal Karet. Secara keilmuan, aspal karet merupakan campuran aspal dengan bahan aditif berbasis karet yang ditambahkan pada dosis tertentu.

Pada konteks yang lebih umum, aspal karet termasuk dalam golongan aspal modifikasi polimer. Karet dapat berupa karet segar dalam bentuk lateks pravulkanisasi maupun kompon karet, dan juga serbuk karet dari limbah ban bekas. Adanya tambahan komponen karet dalam aspal menjadikan kualitas aspal karet lebih unggul daripada aspal murni.

Material karet di dalam aspal menyebabkan aspal menjadi lebih elastis sehingga dapat menahan beban lalu lintas yang berat, tidak mudah meleleh terutama ketika cuaca panas di siang hari, serta lebih lengket dengan aggregat sehingga permukaan jalan tidak cepat retak dan berlubang.

Dalam situs Kementerian PUPR ada juga rtikel yang menjelaskan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai penggunaan aspal karet untuk penanganan jalan nasional di seluruh Indonesia. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan para petani karet se-Provinsi Sumatera Selatan, di Kabupaten Musi Banyuasin, pada bulan Maret 2019.

Kementerian PUPR menargetkan pada tahun 2019 panjang efektif jalan nasional 65,56 km menggunakan campuran aspal karet sebanyak 2.542 ton, di mana dengan asumsi penggunaan karet 7 persen terhadap aspal maka jumlah karet yang terserap sebanyak 177,95 ton.

“Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Penggunaan aspal karet salah satunya pada pengerjaan preservasi jalan nasional lintas tengah Jawa pada ruas Ajibarang-Banyumas-Klampok-Banjarnegara di Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Itu sepanjang 4,8 km dari total yang ditangani 63,03 km.

Sementara itu, Baharuddin Demmu mengatakan, Kaltim juga punya produksi karet dari perkebunan perusahaan maupun perkebunan rakyat. Selama ini sering muncul keluhan petani karet karena harga yang anjlok, maka saatnya pemerintah mencari solusinya yaitu dengan membeli hasil proudksi karet untuk pencampuran aspal karet.

“Membangun infrastruktur jalan menggunakan aspal karet, selain lebih efisien untuk jangka panjang, hal ini karena mutu kualitas lebih baik. Selain itu hemat biaya, dengan menggunakan bahan karet maka ikut mendongkrak harga karet petani kita,” ungkap politisi dari PAN itu. #

Wartawan: Hardi

Comments are closed.