BeritaKaltim.Co

Penumpang Kapal dan Buruh Berbaur Tanpa Prokes, KSOP Samarinda Akui Ada yang tidak Disiplin

BERITAKALTIM.CO- Jajaran pelabuhan Samarinda sudah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat bagi penumpang kapal pelayaran reguler Samarinda – Parepare Sulawesi Selatan. Namun praktiknya tidak mudah, terutama saat kapal tiba di pelabuhan dan penumpang akan turun yang menimbulkan kerumunan tanpa jarak yang dianjurkan pemerintah.

Seperti yang terjadi di Pelabuhan Samarinda, Senin (2/8/2021) lalu. Wartawan beritakaltim menyaksikan begitu banyaknya penumpang bercampur dengan para buruh pelabuhan saat KM Aditya Makassar bersandar membawa ribuan penumpang. Terlihat penumpang dan buruh tidak lagi mengatur jarak antara satu dengan lainnya. Lebih ironis lagi, terlihat juga sedikit sekali yang sadar mengenakan masker. Banyak pula yang mengenakan masker, tapi asal-asalan sebab hanya ditaruh didagu, tidak menutup mulut dan hidung.

Padahal antara buruh pelabuhan yang berebut obyek jasa panggul barang dan penumpang kapal yang baru tiba maupun pengunjung pelabuhan, berbaur berdesakan hingga bersentuhan, saling berhadap-hadapan. Situasinya terlihat seperti tidak ada ancaman virus korona.

Muchlish, Kepala KSOP Syahbandar kelas II Samarinda.

Kepala KSOP Kelas II Samarinda, Muchlish, mengatakan pihaknya bersama tim di pelabuhan sudah menerapkan proseudr kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Pemberlakuan di pelabuhan keberangkatan, setiap penumpang sudah harus menjalani swab antigen untuk mencegah penumpang terpapar virus naik ke atas kapal. Begitu juga di pelabuhan Samarinda di mana para buruh wajib menggunakan masker.

“Hanya saja dengan begitu banyak jumlah manusia yang datang berkumpul pasti ada yang kecolongan, tidak disiplin,” kata Muchlish.

Ketika mewawancarai buruh pelabuhan Samarinda yang sedang bekerja, yaitu Jalin dan Taher, keduanya mengakui tetap takut dengan Korona sehingga mereka juga waspada. Namun mereka mengklaim bahwa selama ini mereka aman dan tidak terlalu kuatir dengan Korona. Alasannya belum ada buruh yang terpapar di pelabuhan, demikian halnya penumpang, mereka mengaku belum pernah melihat ada yang terkena Korona turun dari kapal.

Para buruh juga merasa, tubuh mereka sehat karena setiap hari bergerak mengangkat barang penumpang sehingga membuat tubuh mereka terus berkeringat.

“Belum ada yang terpapar di sini pak, kami bergerak terus dan mengeluarkan keringat tetapi kami juga kadang pake masker,” tutur para buruh ini. Dia kembali menegaskan bahwa standar pengambilan tindakan pencegahan selalu diterapkan pihak pelabuhan, termasuk KSOP. Satgas covid-19 dari TNI- Polri, pelabuhan dan pemda rutin melakukan pengawasan.

Sementara salah seorang penumpang mengaku merasa takut dengan situasi manusia yang berdesak-desakan di kapal dan dermaga Samarinda itu, Puput misalnya, penumpang asal Makassar yang hendak melakukan perjalanan ke Marangkayu Kutai Timur mengaku takut dangan kerumunan. Selama pelayaran di kapal dia tak pernah keluar kamar, karena kuatir dengan penularan virus Korona.

Sedangkan di dek kapal luar, menurut dia, penumpang umumnya tak mengenakan masker, cuek dengan prokes dan berdesak-desakan.

“Di atas kapal saya hanya di kamar terus, takut keluar kamar sebab saya liat penumpang mengumpul dan tidak pakai masker,” kata Puput saat turun dari kapal dan tetap mengenakan masker di wajahnya. #

Wartawan: M. Sakir

Comments are closed.