BERITAKALTIM.CO- Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda kini memiliki kapal patroli terbaru dengan kemampuan kecepatan 24 Knot. Kapal dengan katagori kelas empat ini diberi nama KM 496.
Kapal patroli ini menjadi fasilitas armada Syahbandar untuk melakukan patroli dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai masalah di perairan Sungai Mahakam, seperti kecelakaan, kebakaran dan pelanggaran Kamla atau keamanan laut lainnya.
“Ini sebuah kemajuan bagi kami di KSOP Samarinda dalam menata pengelolaan alur di sungai Mahakam,” kata Kepala KSOP Kelas II Samarinda, Muchlish di kantornya (2/8/2021).
Kapal berkekuatan mesin Turbo ini dikirim KSOP Pusat yang berpangkalan di Pelabuhan Surabaya, Jawa Timur pada 29 Juli 2021 dan tiba di Pelabuhan Samarinda pada 31 Juli 2021. Kapal tersebut dikawal BTS Sea Trial KN.P.496, yang kemudian dijadikan nama kapal ini di Syahbandar Samarinda. BTS Sea Trial KN.P merupakan tim yang akan memberikan petunjuk tehnis cara kerja kapal kepada tim atau nakhoda Syahbandar Samarinda.
Kapal patroli tersebut dilengkapi alat deteksi radar teknologi tinggi, dengan jangkauan jelajah yang sangat luas sehingga akan dijadikan sebagai kapal induk atau utama tim Reque Syahbandar Samarinda.
Pada Senin, 2 Agustus 2021 lalu, kapal ini diresmikan pemakaiannya sekaligis diuji coba di perairan Mahakam oleh jajaran KSOP Samarinda, dipimpin oleh Kepala KSOP, Muchlish. Hadir sejumlah pejabat pelabuhan dan aparat TNI/Polri dalam uji coba tersebut.
Kedatangan kapal patroli baru ini akan membuat patroli dan pengawasan lalu lintas perairan Sungai Mahakam menjadi lebih ketat dan siaga. Sebab menurut Muchlish, selama ini kegiatan Patroli lembaganya mengalami kendala dan tidak maksimal sebab 2 kapal sebelumnya yang dimiliki, tidak sehat dalam beroperasi bahkan satu diantaranya tenggelam.
Sedang sisanya merupakan kapal tua yang lebih banyak memakan cost biaya operasionalnya dari pada manfaat kinerja. Yang justru tidak memuaskan.
“Sekarang dengan kapal baru ini kami tentu bersemangat dalam melakukan patroli dan pengawasan arus lalu linta perairan di Sungai Mahakam,”tuturnya.
Muchlis menambahkan, kapal sebelumnya akan dipensiunkan dan kemungkinan akan dilelang oleh KSOP kepada pihak yang berminat. Sedangkan dengan satu unit kapal baru 496 ini, KSOP menilai akan mampu mengcover seluruh kegiatan pengawasan dan patroli arus lalu lintas di Sungai Mahakam hingga ke laut lepas.
Kedatangan kapal KNP 496 ini juga mendorong KSOP untuk membetuk dan melakukan perekrutan baru Tim Resque atau SAR, agar lebih kuat dan tanggap dilingkup KSOP Samarinda. Tim ini akan menjadi armada terdepan yang melakukan pelayanan prima saat terjadi insiden urgen di perairan seperti kebakaran kapal atau kecelakan kapal tenggelam, termasuk unsur kejahatan yang menggunakan arus lalu lintas Sungai Mahakam.
Tim Resque ini akan tiba dan melakukan bantuan spontan lebih awal tanpa menunggu komando resmi pimpinan. Tim Resque Syahbandar ini akan melakukan tindakan penyelamatan awal di lapangan sebelum tindakan resmi atau penyikapan lanjutan dilakukan oleh KSOP di lokasi TKP.
Lebih jauh, kata Muchlish, Kapal ini berkecapatan tinggi sehingga tim KSOP lebih bersemangat dan yakin mampu memberikan pelayanan prima, termasuk akan mudah merespon dengan cepat kejadian urgen yang sewaktu waktu terjadi dilapangan atau diperairan Mahakam.
Konstruksi Kapal patroli KSOP baru ini berbahan baku aluinium ringan kelas satu yang kuat dan kokoh, sedangkan beberpa bagian body kapal dibangun dengan fiber glass berkualitas tinggi dan elastis sehingga tidak mudah retak atau pecah saat mengalami benturan benda keras di air. #
Wartawan: M SAKIR
Comments are closed.