BeritaKaltim.Co

Munculnya Varian Omricon Keberangkatan Umrah Ditunda

BERITAKALTIM.CO- Kementerian Agama (Kemenag) memastikan menunda pemberangkatan umrah ke tanah suci akibat munculnya varian baru Covid-19 Omicron. Keputusan penundaan ini sesuai imbauan Presiden RI dan arahan Menteri Agama agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Informasi terbaru ditunda. Memang Kementerian Agama meminta untuk bisa memahami keinginan negara, terkait dengan penundaan umrah,” kata Kasubag Tata Usaha Kantor Departemen Agama Kota Balikpapan Masrivani kepada wartawan di Aula Pemkot Balikpapan, Rabu (22/12/2021).

Masrivani mengatakan, setelah adanya keputusan penundaan ini, Kemenag mengundang sejumlah PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) untuk bisa memahami keinginan negara terkait penundaan umroh.

“Kabar terbaru Kemenag mengundang beberapa asosiasi dalam waktu dekat ini untuk membentuk tim kecil untuk membahas persiapan umroh perdana dalam skala kecil,” ujarnya

Penundaan tersebut, lanjut Masrivani, tak lain demi keselamatan para jemaah umrah. Sehingga harus dipahami bersama, penundaan ini juga untuk mencegah terjadinya lonjakkan kasus covid-19.

“Supaya tidak melonjak lagi, bagaimanapun kita harus mempersiapakan per hajian ini. Karena jangan sampai umroh Omicron itu meluas berdampak pada perhajian,” ujarnya

Apalagi kasus varian Omicron sudah ditemukan di Indonesia. Sehingga bisa saja mempengaruhi kebijakkan Kerajaan Arab Saudi, jika sampai Omicron kemudian meluas

“Kemudian karena omicron sudah masuk ke Indonesia, jangan sampai jamaah ke Arab Saudi membawa dampak, kemudian membawa dampak akan berpengaruh pada kebijakkan perhajian,” ujarnya

Masrivani menambahkan, untuk umrah perdana pasca pandemi yang kemudian tertunda tidak ada jemaah asal Kota Balikpapan, hanya yang berada di Jakarta yang akan berangkat. “Kalau Balikpapan, sudah jelas dari awal untuk umroh perdana pun tidak ada perwakilan,” jelasnya.

Berdasarkan data yang ada, untuk Balikpapan pada masa pandemi kuotannya sekitar 2.000 lebih untuk umrah. Dari yang sebelumnya sebanyak 4.000 jemaah.

“Biasanya setiap tahun itu Balikpapan memberangkan jemaah umrah 4.000 lebih. Karena dampak pandemi berkurang signifikan separuh dari pendaftar umrah, ” ucapnya.

Menurutnya, Jika kemarin diperbolehkan berangkat umrah, maka yang diprioritaskan oleh pimpinan travel pusat adalah jamaah yang sudah mendaftar tertunda.

“Kita belum dapat kebijakan dan informasi baru, Kemenag ingin membuat tim kecil menyikapi penundaan umrah, dan saat ini tidak ada penambahan rekrutmen umrah baru,” tutupnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.