BERITAKALTIM.CO- Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Isran Noor meninjau keluarga korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi di simpang Muara Rapak.
Kunjungan Gubernur Kaltim ke Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) didampingi oleh Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs. Imam Sugianto, M.Si., Kepala Cabang Jasa Raharja Kaltim Eva Yuliasta, Kepala Bappenda Kaltim Ismiati, Dirlantas Polda Kaltim Kombes Pol Sony Irawan serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi maupun Kota Balikpapan.
“Kami melihat kondisi saudara kami yang mendapatkan musibah di Rapak. Disini (RSKD) ada sembilan orang yang dirawat,” jelas Isran saat ditemui usai kunjungan korban kecelakaan Muara Rapak di Rumah Sakit dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Sabtu (22/1/2022) sore.
Isran menyebutkan, satu pasien yang agak kritis sudah mulai membaik termasuk delapan pasien yang menjalani perawatan sudah mulai membaik.
“Mungkin (delapan pasien) dalam waktu tidak terlalu lama bisa (pulang),” ucapnya.
Selain mengunjungi, Isran mendampingi Kepala Cabang Jasa Raharja Kaltim Eva Yuliasta untuk menyalurkan santunan kepada sembilan korban kecelakaan.
“Kami memberikan sebuah surat jaminan kepada mereka, bahwa pengobatan dilakukan secara maksimal sampai selesai. Akan dibayar oleh Jasa Raharja,” ujarnya.
Korban kecelakaan yang berada di rumah sakit lainnya akan diberikan santunan oleh Jasa Raharja. Bagi korban yang meninggal dunia, lanjut Isran menuturkan apabila santunan sudah diberikan Jasa Raharja kurang dari 12 jam setelah kejadian kecelakaan beruntun itu terjadi.
Sedangkan untuk tiga korban meninggal yang berasal dari luar Kota Balikpapan, santunan akan diberikan oleh Jasa Raharja sesuai wilayah masing-masing yakni Cilegon, Cilacap dan Sumatera Utara.
Isran mendapatkan informasi dari pihak kepolisian dengan memberikan gambaran simulasi, supaya untuk segera di bangun Flyover. “Secepatnya akan dibangun. Mudah-mudahan tahun 2022 ada,” ujarnya.
Namun, masih belum diketahui secara pasti pembangunan Flyover ini menggunakan anggaran Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat.
“Ya, kami bahas nanti. Habis ini kami bahas,” tuturnya.
Sebenarnya pembangunan Flyover sudah direncanakan sejak tahun 2020. Namun, pembangunan tersebut tertunda dengan alasan dalam melakukan pembangunan itu harus mendapatkan persetujuan dari lembaga terkait, misalnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
“Kalau misalnya belum setuju. Ya, kami nggak bisa. Saya sudah usulkan dari tahun 2019. (Tahun) 2020 sudah di bangun harusnya tahun 2022 sudah selesai. Ada dua yang mau dibangun Multi Years (kontrak tahun jamak) itu Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie dan Flyover Rapak,” terangnya.
Isran akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), untuk memastikan pembangunan Flyover Muara Rapak. Pasalnya, Jalan Muara Rapak merupakan Jalan nasional.
“Yang pasti mulai pembangunan Flyover tahun 2022. Soal jalan itu bisa saja bersumber dari mana saja. Tidak masalah,” pungkasnya. #
Wartawan: Thina
Comments are closed.