BeritaKaltim.Co

Solar Langka, Supir Unjukrasa di SPBU Kilo 15 Karang Joang Balikpapan

BERITAKALTIM.CO- Supir pencari solar berkumpul di area SPBU KM 15 pada Jumat (11/3/2022) pagi untuk menyerukan dan mempertanyakan ketersedian BBM khususnya solar dan kebijakan pengisian.

Disinyalir penyebab terjadinya antrian tersebut karena adanya pembatasan pasokan solar dari pihak Pertamina. Jatah pasokan solar dibatasi biasa 32.000 liter menjadi 16.000 liter.

Berdasarkan pantauan dari tim Beritakaltim.co, antrian panjang kendaraan berbahan bakar solar terlihat di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta KM 13 hingga menuju SPBU KM 15 begitupun sebaliknya dari depan SMPN 17 Balikpapan hingga menuju SPBU KM 15.

Di SPBU supir sempat beradu argumentasi mengenai pendistribusian solar. Letak posisi tangki dan jenis angkutan umum juga menjadi perdebatan, masing-masing mempertahankan pendapatnya agar segera mendapatkan solar.

Akhirnya mediasi dilakukan di kantor SPBU kilo 5 dengan mendengarkan dan menampung keluhan supir. Hadir dalam mediasi perwakilan Polsek Balikpapan Utara, Anggota DPRD kota Balikpapan, Babinsa Karang Joang, Bhabinkamtibnas Karang Joang, Perwakilan sopir, FMPK karang Joang dan juga pengawas SPBU KM 15.

Anggota DPRD kota Balikpapan Syarifuddin Oddang menghampiri para supir dan memberikan arahan agar dilakukan mediasi dengan menampung usulan supir.

“Usulan supir seperti apa, dicatat, nantinya silakan perwakilan mendatangi DPRD untuk menyampaikan hasil mediasi ini agar segera ditindak lanjuti,” ucapnya.

Oddang panggilan akrabnya, dari semalam melihat antrian panjang truk ini, dengan adanya antrian truk ini juga berimbas pada arus jalan lalu lintas.

“Memakan badan jalan sehingga sebabkan jalanan macet dan juga merusak infrakstruktur,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Bhabinkamtibnas Karang Joang Marale Sagala menyampaikan hasil mediasi kepada perwakilan supir yang diberlakukan mulai hari ini antara lain pertama, usulan penambahan kuota BBM jenis solar terhadap truk angkutan barang maupun orang. Kedua, pengaturan antrian angkutan barang sesuai dengan posisi tangki.

” Tangki kiri dari arah Balikpapan-Samarinda dan tangki kanan dari arah Samarinda-Balikpapan,” jelasnya.

Ketiga, pengaturan angkutan umum orang didahulukan digilir satu persatu dan diatur oleh petugas SPBU.

Sementara itu pengawas SPBU kilo 15 David membenarkan bahwa pasokan solar yang biasanya 32.000 liter sekarang berkurang menjadi 24.000 liter dan terkadang hanya menerima 16.000 liter. “Inilah yang menyebabkan antrian panjang,” urainya.

David menyampaikan penyaluran BBM solar di SPBU ini normal sesuai biasa, yang menjadi permasalahan keributan para sopir ini dikarenakan antrian posisi tangki angkutan barang dan pengaturan antrian angkutan umum atau orang.

“Sebenarnya penyaluran ini normal seperti biasa, hanya pasokan solar berkurang tidak sesuai dengan pemesanan yang diorder,” ucapnya.

David juga menghimbau kepada para supir agar tidak memarkirkan truk atau kendaraannya di pintu keluar maupun pintu masuk. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.