BeritaKaltim.Co

Tekad Bupati Edi Damansyah Menata Sungai Tenggarong

BERITAKALTIM.CO- Masih melekat hingga kini, Tenggarong menyandang predikat sebagai Kota Raja. Sebab di sini berdiri Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, di mana kehidupan kesultanan sebagai penjaga adat budaya masih terus terpelihara.

Di zaman Bupati Kukar Edi Damansyah bersama wakilnya Rendi Solihin, kini penataan Kota Tenggarong sedang dipersiapkan. Diantaranya adalah penataan kawasan Sungai Tenggarong.

Sungai Tenggarong yang membelah kota yang menjadi ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara itu menjadi harapan masyarakat pula. Karena masih terlihat kekumuhan kota, padahal kota mereka terlanjur berlabel ‘Kota Raja’ dan ‘Kota Wisata’ yang mestinya terlihat indah.

Dalam sebuah acara “Ngapeh Hambat” kalimat bahasa Kutai yang artinya Obrolan Pagi di pelataran Masjid Agung Sultan Sulaiman, Kamis (24/3/2022), Bupati Edi Damansyah membuka dialog tentang rencana menata tepian Sungai Tenggarong.

Seluruh Ketua RT yang kawasan daerahnya berada di aliran Sungai Tenggarong dihadirkan. Tercatat ada 16 RT (Rukun Tetangga) dan juga pemerintahan kelurahan dan kecamatan.

Para Ketua RT kemudian serempak setuju Pemkab Kukar di bawah kepemimpinan Bupati Edi Damansyah melakukan program penataan tepi Sungai Tenggarong. Tentu saja persetujuan itu dengan semua konsekuensinya, termasuk menata rumah-rumah kumuh yang tak nyaman dilihat mata.

Penandatangan kerjasama kesepakatan disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar H Sunggono dan juga Camat Tenggarong, Sukono. Ada juga Dinas Perkim Kukar yang menjadi lead sektor kegiatan penataan sungai itu.

“Kita ingin percantik tepi sungai tenggarong. Harapan pemerintah, tidak menghilangkan aset-aset warga yang sudah dimiliki di situ. Program ini juga terintegrasi dengan program penataan kawasan kumuh kukar,” kata Bupati seperti dikutip dari kukarpaper.com.

Tahap awal, yang telah didata untuk ditata masih sekitar 1,3 kilometer untuk sekitar sungai di jalan Kartini dan 2,6 kilometer di Jalan DI Panjaitan, yang diambil dari titik start di Jembatan Besi.

Bupati merasa optimistis program penataan kota itu akan berjalan mulus ketika semua pihak, termasuk warga berada dalam persepsi yang sama bahwa program ini penting bagi masyarakat di kota itu.

Sebagai catatan, dikutip dari google wikipedia, Tenggarong merupakan sebuah kota kecamatan sekaligus ibu kota dari Kabupaten Kutai Kartanegara, di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Wilayah Tenggarong terbagi dalam 12 kelurahan dan 2 desa, memiliki luas wilayah mencapai 270,00 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 108.539 jiwa (2021).

Dari sejarahnya, Tenggarong juga merupakan ibu kota Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Kota ini didirikan pada tanggal 28 September 1782 oleh Raja Kutai Kartanegara ke-15, Aji Muhammad Muslihuddin, yang dikenal pula dengan nama Aji Imbut.

Semula kota ini bernama Tepian Pandan ketika Aji Imbut memindahkan ibu kota kerajaan dari Pemarangan. Oleh Sultan Kutai, nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti rumah raja. Namun pada perkembangannya, Tangga Arung lebih populer dengan sebutan “Tenggarong” hingga saat ini. #

Wartawan: Hardin | ADV

Comments are closed.