BeritaKaltim.Co

Diduga Kena Serangan Jantung, Peserta Lomba Lari Balikpapan Open 10K Meninggal Dunia

BERITAKALTIM.CO- Seorang peserta lomba lari Balikpapan Open 10K bernama M Jufri dikabarkan meninggal dunia saat mengikuti event nasional dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2022.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Balikpapan Andi Sri Juliarty saat ditemui di titik start dan finish Balikpapan Open 10K, Lapangan Merdeka Balikpapan, Minggu (4/9/2022).

Dia menuturkan, peserta berjenis kelamin laki-laki dengan nomor punggung 0183 itu terjatuh di depan Kantor Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. “Disana memang kami ada menempatkan tim P3K dari Puskesmas Klandasan Ilir,” ujarnya.

Melihat ada peserta lomba lari yang terjatuh, tim medis yang berjaga di titik tersebut langsung melakukan upaya pertolongan pertama. Pada saat dilakukan pemeriksaan dan berdasarkan hasil laporan sudah tidak ada denyut nadi pada peserta yang dilaporkan terjatuh tersebut.

“Pertolongan langsung dilakukan di ambulans tim P3K. Saat itu, laporan tim medis kami memang sudah tidak ditemukan denyut nadi, kemudian tekanan darah juga sudah tidak terukur, pupil mata 3 mm, dan kesadaran 3, itu merupakan tanda vital dari sisi medis,” tambahnya.

Kemudian, tim medis langsung melakukan upaya lanjutan seperti CPR (Cardiopulmonary resuscitation) dan tindakan medis lain, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tak hanya itu, kepada salah seorang peserta lomba lari ini juga dilakukan resusitasi jantung paru-paru, dipompa jantungnya, dipasang infus dan diberikan epinefrin.

“Setelah itu, tetap tidak ada perbaikan. Kemudian dirujuk ke RSUD Beriman, disana dilakukan pemeriksaan EKG jantung itu sudah flat. Jadi memang, kematiannya itu terjadi secara DOA (death on arrival), dalam perjalanan antara (kantor) Dinkes Kota Balikpapan menuju RSUD Beriman,” lanjutnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta ini kelahiran tahun 1976 dan mengikuti kegiatan tersebut dalam kategori veteran dimana usianya sudah 46 tahun. Kategorinya veteran karena usianya di atas 45 tahun. Dia katakan, dugaan awal menurut peninjauan tim medis, peserta tersebut mengalami serangan jantung.

“Dugaannya serangan jantung memang, alamat KTP berasal dari Kecamatan Samarinda Seberang. Saat ini keluarga juga sudah berada RSUD Beriman,” pungkasnya. #

Comments are closed.