BERITAKALTIM.CO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tengah mempersiapkan pengawasan tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 secara serentak di wilayah tersebut.
Ketua Bawaslu Kaltim Hari Dermanto mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, baik dari sisi personel, sarana, maupun metode pengawasan.
“Para petugas pengawas yang ada saat ini sudah berpengalaman dalam mengikuti proses pemilu sebelumnya. Kami juga terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait,” kata Hari di Samarinda, Sabtu (9/3/2024).
Hari menambahkan, salah satu evaluasi yang dilakukan Bawaslu Kaltim untuk menyiapkan penguatan pengawasan adalah terkait dengan rekomendasi pemungutan suara ulang (PSU) di beberapa titik yang dianggap bermasalah pada Pemilu 2024 lalu.
“PSU merupakan cara untuk menjaga proses pemungutan dan penghitungan suara agar tidak terjadi manipulasi data di kemudian hari. Kami akan memastikan bahwa PSU tidak terulang lagi pada Pilkada 2024,” ujarnya
Hari juga mengakui bahwa Kaltim termasuk dalam daftar lima besar provinsi dengan indeks kerawanan pemilu (IKP) tertinggi di Indonesia. Menurut survei Bawaslu RI, IKP Kaltim mencapai 77,04.
“Salah satu faktor penyebabnya adalah masalah manajemen logistik. Kami berharap pada Pilkada 2024, persoalan logistik bisa teratasi dengan baik. Karena kalau logistik tidak ada di hari pemungutan suara, itu akan melahirkan masalah lain, seperti pengaruh cara pandang pemilih dan peserta pemilu, intensitas politik uang, dan seterusnya,” paparnya
Selain itu, Hari juga mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi Bawaslu Kaltim, yaitu terkait dengan dugaan-dugaan pelanggaran yang terjadi.
Ia mengatakan, sejauh ini belum ada perkara yang masuk ke pengadilan, namun ada beberapa laporan yang masuk ke Bawaslu.
“Kendalanya, adalah dukungan publik atau peserta pemilu yang merasa menemukan atau mengetahui suatu peristiwa pelanggaran, saat ini tidak banyak yang mau menjadi bagian untuk membuat keterangan suatu pelanggaran dengan menjadi saksi atau pelapor. Itu yang masih menjadi tantangan kami,” pungkasnya. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong