BERITAKALTIM.CO – Dalam upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, Samarinda mengambil langkah penting dengan memperkenalkan anak-anak berkebutuhan khusus ringan ke dalam sistem pendidikan umum.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin mengatakan bahwa Guru-guru di sekolah umum telah dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan khusus untuk menangani kebutuhan anak-anak ini, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam sumber daya dan fasilitas khusus.
Lebih lanjut, Sejalan dengan visi menjadi kota layak anak, Samarinda berkomitmen untuk secara bertahap mengintegrasikan program inklusi di semua sekolah.
“Saat ini, dari 310 sekolah negeri dan swasta, 178 telah menerapkan program inklusi, menunjukkan kemajuan yang signifikan menuju target tersebut,” ujar Asli pada Rabu (13/3/2024)
Asli mengungkapkan bahwa Komisi 4 telah memberikan sejumlah rekomendasi dan saran, termasuk peningkatan kesetaraan antara sekolah negeri dan swasta.
Ia menekankan pentingnya pembaruan Perda untuk memberikan dukungan hukum bagi sekolah swasta, termasuk bantuan fisik, yang telah dimulai tetapi memerlukan pembaruan untuk memastikan keberlanjutan.
Evaluasi sistem pendidikan terus dilakukan untuk mengatasi masalah yang ada, seperti ketidakseimbangan jumlah murid antara sekolah yang berbeda.
“Misalnya, SMP 2 mengalami kelebihan murid sementara SMP 43 di Lohoi kekurangan murid,” imbuhnya.
“Ini menunjukkan perlunya strategi yang lebih efektif untuk mendistribusikan murid secara merata di seluruh kota,” tambahnya.
Sistem zonasi telah diterapkan untuk mengatasi masalah ini, memungkinkan anak-anak yang berprestasi atau yang berasal dari keluarga dengan kondisi tertentu untuk memilih sekolah mereka.
Namun, masih ada ruang untuk perbaikan dalam sistem ini untuk memastikan bahwa setiap anak memiliki akses yang sama ke pendidikan berkualitas.
Dengan langkah-langkah ini, Samarinda berharap dapat mencapai tujuan menjadi kota yang ramah anak dan layanan, di mana setiap anak, terlepas dari kebutuhan khusus mereka, dapat menikmati hak mereka untuk pendidikan yang menyenangkan dan memenuhi. #
Reporter: Sandi | Editor: Wong