BeritaKaltim.Co

Satpol PP Nunukan Temukan Ratusan Merek Makanan dan Minuman Expired

BERITAKALTIM.CO- Para pedagang masih banyak yang tidak peduli memajang makanan dan minuman yang telah kedaluwarsa atau  expired. Langkah penertiban oleh Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Nunukan, baru-baru ini berhasil menarik sekitar 750 jenis makanan yang masa edarnya kedaluwarsa.

Demikian ditegaskan Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Penertiban Satpol PP Nunukan, Edy kepada Wartawan. Langkah penertiban dilakukan dimasa bulan Ramadan terhadap agen bahan pokok di Nunukan.

“Proses pemeriksaan diprioritaskan pada agen-agen barang makanan dan minuman yang ada di Pulau Nunukan. Agar masyarakat tidak dirugikan karena barang yang dijual kedaluwarsa,” ucap Edy ,

Pemerintah Kabupaten Nunukan, kata Edy, berkepentingan untuk memberikan perlindungan masyarakat, terutama menyangkut perlindungan kesehatan. Lantaran itu, langkah penertiban dilakukan secara rutin sekaligus juga mengingatkan kepada para pengusaha agar memperhatikan masa berlaku dagangannya.

Ketika melakukan langkah penertiban disejumlah agen makanan dan minuman, petugas Satpol PP Nunukan menemukan ratusan merek dagangan yang dipajang di etalase. Setelah diperiksa pemberitahuan masa kedaluwarsanya, baru diketahui ternyata masih banyak yang dijual walaupun sudah expired.

“Di Nunukan dan Nunukan Selatan dilaksanakan selama empat hari. Selama itu juga, barang yang ditemukan kedaluarsa langsung ditarik dari tempat barang ditemukan. Jumlahnya, sebanyak 750 barang dari berbagai jenis mamin,” kata dia.

Ditegaskan, langkah tegas dilakukan dengan menarik barang yang kedaluarsa sesuai dengan aturan yang berlaku. Pada Pasal 27 Perda Nomor 5/2017 tentang Penyelenggaraan Trantibum Linmas. Ini merupakan dasar hukum pelaksanaan penarikan produk kedaluwarsa yang Satpol PP Nunukan.

Ia menceritakan, selama Ramadan kebutuhan masyarakat untuk konsumsi makanan dan minuman yang telah diolah meningkat. Sehingga, jika tidak teliti saat berbelanja akan membahayakan kesehatan masyarakat.

“Kita kuatir bila pemeriksaan barang-barang kedaluwarsa tidak dilakukan akan berdampak buruk pada kesehatan masyarakat saat dikonsumsi. Karena, biasanya volume barang belanjaan masyarakat meningkat membuat mereka kurang teliti untuk memilih apakah produk yang dibeli masih layak untuk dikonsumsi atau tidak,” imbuhnya. #

Reporter: Jon | Editor: Wong

Leave A Reply

Your email address will not be published.