BeritaKaltim.Co

Masyarakat Harus Bijak Bermedia Sosial


BERITAKALTIM.CO- Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi yang terjadi Indonesia tidak bisa dibendung dan dihindari, karena begitu cepatnya laju penyebaran informasi secara global dalam wujud digital.
Media Sosial merupakan salah satu bentuk dari kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi. Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia terbukti bahwa begitu pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di zaman 4.0 ini, apabila tidak digunakan secara bijak, maka dapat menimbulkan sebuah permasalahan.

Yaitu penyalahgunaan media sosial berupa menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kelompok tertentu (SARA), berita bohong atau hoaks, sehingga perilaku tersebut akan dikenakan sanksi berupa kurungan penjara dan denda.
“Memang era kemajuan tekhnologi di bidang informasi ini tidak bisa di bendung dan dihindari , karena begitu cepatnya laju penyebaran informasi secara global dalam wujud digital,” ungkap anggota DPRD Berau Deddy Okto Nooryanto, Sabtu (28/5/2024)

Dipaparkan politisi Nasdem ini, kalau media sosial merupakan salah satu bentuk dari kemajuan tekhnologi di bidang informasi dan komunikasi.
“Termasuk masyarakat di Kabupaten Berau, penguna media sosial sangat pesat, baik itu media sosial sebagai sarana informasi berniaga, politik, sosial, budaya dan hiburan, ” ungkapnya.
Lanjut Deddy, sebagai masyarakat pengguna media sosial, agar dapat bijak bermedia sosial.
“Kita harus bisa menggunakan dan memanfaatkan media sosial untuk tujuan yang sekiranya berdampak positif bagi diri sendiri dan orang lain. Dan jangan terlalu mudah percaya pada informasi yang disebarkan,” ungkapnya.

Seperti diketahui untuk saat ini penguna media sosial yang aktif di Kabupaten Berau seperti yang umum digunakan youtube, whatsapp, facebook, instagram dan twitter .

Lanjut Deddy, masyarkat sebagai pengguna media sosial yang bijak, alangkah baiknya jangan membagikan informasi yang diperoleh secara sembarangan dan lebih baik melakukan pengecekan kembali informasi yang kita peroleh di media sosial melalui aplikasi.
Konten atau informasi yang dibagikan dapat mempengaruhi perilaku masyarakat penerima informasi.

“ Alangkah baiknya jangan membagikan konten atau informasi yang sifatnya mengandung pornografi, SARA, hoaks, karena dari tindakan tersebut akan memberikan dampak negatif bagi diri sendiri maupun orang lain. “ ungkap Deddy lagi.

Lanjutnya, selain itu orang yang terbukti melakukan tindakan tersebut akan dikenakan sanksi berupa kurungan penjara dan denda, sesuai dengan pasal 28 ayat 2 dan pasal 45A ayat 1 dalam UU ITE.
“Kerap saya perhatikan, ketika masyarakat menerima informasi misal diterima melalui whatsaap, jangan sontak di teruskan ke Wa orang lain. Baca dan cermati terlebih dahulu, dan cek apakah itu benar, supaya kita tidak terjebak pada siklus penyebaran berita bohong atau hoaks,” papar sarjana tekhnik ini.

Selain pengecekan informasi yang tidak kalah pentingnya yaitu perilaku dan etika kita dalam ber-media sosial, alangkah baiknya kita harus menghargai karya orang lain .
“Hargailah orang lain jika dirimu ingin dihargai dan memberikan komentar maupun tanggapan positif yang sifatnya membangun terhadap konten yang dibagikan, supaya konten tersebut bisa mengalami perubahan menuju pada nilai-nilai positif yang sekiranya bisa memberikan edukasi,” pungkasnya.

Reporter: Ana | Editor : Rh |ADV DPRD Berau

Comments are closed.