BERITAKALTIM.CO – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, memberikan tanggapan atas tudingan yang dilontarkan oleh Gubernur Kalimantan Timur periode 2018-2023, Isran Noor, terkait pengurangan anggaran beasiswa serta tudingan keterlibatan dirinya dalam meloloskan proyek pokok pikiran (pokir) yang melibatkan DPRD.
Seperti dikutip dari sebuah media online, Isran Noor diberitakan menyebut bahwa pengurangan anggaran untuk beasiswa sebesar 20 persen. Semula dianggarkan Rp 250 miliar, tapi realisasinya menurun menjadi Rp 200 miliar.
Isran juga mengatakan, perubahan komposisi anggaran untuk beasiswa itu diduga berkaitan dengan proyek pokir yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. Pergeseran anggaran beasiswa menjadi proyek Pokir itu diduga berbau cashback atau fee hingga 10 persen.
Tudingan serius tersebut disampaikan Isran Noor selaku Calon Gubernur Kaltim dalam acara pengukuhan Tim Koalisi Partai di Hotel Mesra, Samarinda.
Akmal Malik, yang menjadi sorotan atas tudingan tersebut, menanggapi dengan tenang dan tegas. Menurutnya, tudingan yang dilontarkan oleh Isran Noor salah alamat.
Ia menekankan bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam rapat-rapat atau pengambilan keputusan terkait proyek pokir, serta menegaskan bahwa semua perencanaan anggaran di Kalimantan Timur telah mengikuti prosedur yang benar.
“Saya tidak bisa melarang burung terbang di langit karena mereka punya sayap sendiri, begitu pula dengan mulut yang menuduh saya. Silakan dibuktikan. Di sini ada namanya Ketua TAPD, saya tidak pernah ikut campur dalam urusan mereka. Boleh ditanya langsung, kapan saya hadir di rapat TAPD? Tidak pernah. Semua keputusan diserahkan sepenuhnya kepada mereka, karena saya yakin mereka adalah orang-orang profesional,” tegas Akmal Malik saat ditemui di Rujab Gubernur Kaltim, Selasa (8/10/2024).
Akmal Malik menjelaskan bahwa pengurangan anggaran yang disoroti Isran Noor bukan merupakan hasil dari intervensi dirinya, melainkan akibat dari keterbatasan dana yang dimiliki oleh pemerintah daerah.
Ia menegaskan bahwa semua keputusan terkait anggaran sudah sesuai dengan rencana dan mengikuti arahan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Timur.
“Tahun ini kita fokus pada satu proyek, tahun depan pada proyek lain, sesuai dengan anggarannya. Kalau anggaran ada, kita jalankan, kalau tidak ada, kita kurangi. Semua harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Arahan saya cuma satu: jangan melanggar aturan,” tambahnya.
Ia juga menyatakan bahwa pengurangan anggaran beasiswa yang sebelumnya besar bukan dilakukan atas inisiatifnya.
“Uang kita dulu banyak, sekarang tinggal Rp 20 triliun. Pengurangan ini keputusan TAPD bekerja sama dengan Banggar DPRD, bukan karena campur tangan saya,” ungkapnya.
Akmal Malik berulang kali menekankan bahwa ia selalu menghormati mekanisme yang ada dan menyerahkan sepenuhnya keputusan anggaran kepada tim ahli dan profesional.
“Saya percaya pada profesionalisme TAPD. Semua perencanaan sudah disusun dengan baik, dan tugas kita adalah mengikuti perencanaan tersebut tanpa menyimpang,” ujarnya.
Menurut Akmal, yang menjadi perhatian utamanya adalah memastikan bahwa seluruh program dan proyek yang berjalan di Kalimantan Timur tidak melanggar aturan dan tetap sesuai dengan anggaran yang tersedia.
“Kalau uangnya ada, kita jalankan. Kalau tidak ada, kita evaluasi lagi. Yang penting, semuanya berjalan sesuai aturan,” katanya.
Akmal Malik menilai tudingan Isran Noor sebagai salah sasaran. Ia merasa tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan dirinya dalam rapat atau keputusan terkait proyek pokir.
“Tudingan ini salah alamat. Saya tidak pernah terlibat dalam rapat-rapat pokir, apalagi mengarahkan siapa pun untuk menguntungkan pihak tertentu. Saya fokus bekerja sesuai perencanaan dan anggaran yang sudah disepakati,” tegas Akmal.
Ia juga meminta agar pihak-pihak yang menuduh bisa membuktikan klaimnya dengan fakta yang jelas.
“Tanyakan kepada TAPD, kapan saya pernah hadir dalam rapat mereka? Apakah saya pernah memberikan arahan? Tidak ada. Jadi tuduhan ini tidak berdasar dan hanya mengalihkan perhatian dari persoalan sebenarnya,” pungkasnya.
Akmal Malik menutup pernyataannya dengan memastikan bahwa dirinya tetap fokus pada tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, yaitu menjaga kelangsungan pemerintahan yang bersih dan transparan, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat Kalimantan Timur. #
Reporter: Yani | Editor: Wong
Comments are closed.