BERITAKALTIM.CO-Setelah beberapa hari terakhir masyarakat Balikpapan mengalami antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM di wilayah tersebut kini telah pulih dan dalam kondisi aman.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo, menyampaikan bahwa sejak pagi ini distribusi BBM mulai kembali normal berkat tambahan pasokan dari beberapa wilayah, termasuk Banjarmasin dan Samarinda, serta dukungan kapal tanker.
“Kondisi yang kemarin, insya Allah mulai pagi ini sudah bisa teratasi. Pasokan tidak hanya dari Samarinda, tapi juga Banjarmasin dan tambahan tanker. Stok untuk beberapa hari ke depan sangat aman,” jelasnya dalam wawancara dengan media, Selasa (20/5/2025) di Kantor PT Pertamina Patra Niaga.
Ia merinci, pasokan tambahan terdiri dari 128 kiloliter BBM yang dibawa armada dari Banjarmasin, 94 kiloliter dari Samarinda, serta tambahan 64 kiloliter yang menyusul. Selain itu, sebuah kapal tanker dengan muatan 1.000 kiloliter saat ini tengah melakukan proses bongkar muatan di Samarinda. Sementara di Balikpapan sendiri, stok tersedia mencapai 2.300 kiloliter.
Dengan kebutuhan harian BBM Balikpapan yang mencapai sekitar 390–400 kiloliter untuk melayani 20 SPBU, stok yang ada dinilai cukup aman untuk beberapa hari ke depan.
“Seluruh SPBU sudah mulai beroperasi, dan pengisian dilakukan secara bertahap. Mudah-mudahan siang ini semua SPBU sudah terisi secara merata,” ujarnya.
Terkait antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah titik, PT. Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa depot telah diinstruksikan untuk beroperasi 24 jam. Pihaknya juga sedang menyusun daftar SPBU yang diprioritaskan untuk buka 24 jam, agar antrean segera terurai.
“Kami mohon maaf atas kondisi kemarin. Dengan stok yang sekarang sangat cukup, masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Sebagai upaya pencegahan ke depan, PT Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat sistem perencanaan pengadaan BBM yang terintegrasi secara nasional. Namun, GM Pertamina mengakui bahwa gangguan dapat terjadi akibat situasi mendadak yang memaksa rencana untuk dievaluasi ulang.
“Kami akan terus berbenah agar kejadian seperti ini bisa diantisipasi dengan lebih baik di masa depan,” tutupnya. #
Reporter: Niken | Editor: Wong
Comments are closed.