BERITAKALTIM.CO — Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur tahun 2026 terancam menyusut drastis. Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud mengungkapkan adanya pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat hingga mencapai 71 persen. Akibatnya, DPRD bersama pemerintah provinsi akan menggelar rapat khusus untuk meninjau ulang seluruh struktur dan prioritas anggaran.
“Dana transfer ada pemotongan hampir 71 persen. Ya mungkin akan ada perombakan kayaknya. Apakah program prioritas atau program non prioritas, Tapi belum ini, kita akan rapat berkemungkinan di tanggal 20 Oktober 2035,” kata Hasanuddin kepada wartawan di Gedung D DPRD Kaltim, Rabu (15/10/2025).
Menurut Hasanuddin, hasil asistensi dengan Kementerian Dalam Negeri menjadi dasar evaluasi ulang tersebut. Ia mengatakan, pertemuan pada 20 Oktober mendatang akan dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Timur bersama seluruh bupati dan wali kota se-Kaltim untuk membahas langkah penyesuaian anggaran.
“Karena hasil dari asistensi di Kementerian Dalam Negeri itu belum keluar. Nanti tanggal 20 kita rapat, kalau tidak salah dengan Pak Gubernur dan bupati-wali kota,” ujarnya.
Dengan pemotongan yang cukup besar, Hasanuddin memperkirakan APBD Kaltim 2026 hanya akan berada di kisaran Rp13 triliun hingga Rp15 triliun, jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp20 triliun.
“Kurang lebih segitu, 13 sampai 15 lah. Dengan ada pengurangan 71 persen dari dana transfer,” katanya.
Meski belum ada keputusan final, ia menegaskan DPRD akan meninjau seluruh program, baik yang merupakan inisiatif gubernur maupun program prioritas provinsi.
“Kita akan bongkar ulang termasuk program yang tadi disampaikan, program gubernur maupun program dari pemerintah,” pungkasnya.
Yani | Wong
Comments are closed.