BERITAKALTIM.CO — Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali mencuri perhatian nasional. Kali ini, desa yang dikenal sebagai pelopor digitalisasi pelayanan publik dan pengelolaan data berbasis elektronik itu menjadi tujuan studi banding DPRD Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.
Kunjungan yang berlangsung pada Kamis (31/10) ini diikuti oleh delapan anggota DPRD Luwu bersama sejumlah kepala desa percontohan, dan disambut langsung oleh Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Johansyah, serta Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid di Kantor Desa Batuah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Luwu mempelajari berbagai inovasi tata kelola digital yang diterapkan di Desa Batuah, mulai dari manajemen data kependudukan berbasis daring, hingga sistem Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan antar waktu yang berjalan transparan.
Ketua DPRD Kabupaten Luwu, Ahmad Gazali, menyebut sistem digitalisasi Desa Batuah menjadi contoh konkret transformasi pelayanan publik di tingkat desa.
“Kami melihat sendiri bagaimana Pemerintah Desa Batuah mengelola data, anggaran, dan pelayanan publik secara digital dan transparan. Ini sangat inspiratif dan patut kami terapkan di Luwu,” ujar Gazali.
Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa berbagai inovasi digital yang diterapkan telah membawa desanya menorehkan sejumlah prestasi di tingkat nasional.
Salah satunya, Desa Batuah berhasil masuk enam besar nasional dalam program Desa Cantik (Desa Cinta Statistik) dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Prestasi itu diraih berkat kemampuan desa dalam mengolah dan memanfaatkan data akurat untuk perencanaan pembangunan.
“Digitalisasi bukan hanya mempermudah pelayanan, tapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa kepada masyarakat,” tutur Rasyid.
Anggota DPRD Kutai Kartanegara, Johansyah, yang turut mendampingi kunjungan, menyebut studi banding tersebut sebagai langkah nyata kolaborasi antardaerah dalam memperkuat kapasitas desa.
“Kami bangga Desa Batuah menjadi rujukan nasional. Kolaborasi seperti ini penting agar semangat digitalisasi dan pelayanan publik yang baik bisa menyebar ke daerah lain,” ujarnya.
Johansyah juga berharap kunjungan DPRD Luwu akan membuka peluang kerja sama lebih luas antara dua daerah, terutama dalam bidang pengembangan SDM desa, digitalisasi pelayanan, dan penguatan ekonomi lokal.
Pemerintah Desa Batuah Siap Jadi Model Desa Modern
Selain digitalisasi, Desa Batuah juga dikenal aktif dalam berbagai program inovatif seperti layanan publik inklusif, pemberdayaan UMKM berbasis data, dan penerapan sistem informasi anggaran desa secara daring.
Semua itu membuat Desa Batuah sering dijadikan contoh oleh berbagai pemerintah daerah dari luar Kalimantan Timur.
“Kami siap berbagi pengalaman dengan desa atau daerah lain yang ingin membangun sistem pemerintahan berbasis data dan teknologi,” tambah Abdul Rasyid.
Kunjungan DPRD Kabupaten Luwu ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama penguatan tata kelola digital desa, serta peninjauan langsung ke ruang pengelolaan data Desa Batuah.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa digitalisasi pemerintahan desa bukan lagi mimpi, tetapi kebutuhan nyata untuk mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan partisipatif.
Desa Batuah pun kini tidak hanya menjadi kebanggaan Kutai Kartanegara, tetapi juga simbol inspirasi bagi desa-desa di seluruh Indonesia.
HARDIN | WONG | ADV
Comments are closed.