BeritaKaltim.Co

Polresta Balikpapan Amankan Ruang Publik untuk Remaja, Patroli Diperkuat demi Cegah Aksi Negatif

BERITAKALTIM.CO-Maraknya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kenakalan remaja mendorong Polresta Balikpapan mengambil langkah preventif yang lebih terukur. Melalui Satuan Samapta, kepolisian memperkuat patroli di sejumlah titik rawan guna memastikan ruang publik tetap aman sekaligus mencegah anak-anak muda terjerumus ke perilaku menyimpang.

Kasat Samapta Polresta Balikpapan, AKP Muhammad Chusen, menegaskan bahwa pendekatan pencegahan menjadi strategi utama dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), khususnya yang berkaitan dengan aktivitas remaja.

“Patroli kami fokuskan pada lokasi-lokasi yang sering menjadi tempat berkumpul remaja, terutama pada jam-jam rawan. Tujuannya bukan semata penindakan, tetapi mencegah sejak dini,” ujarnya, pada hari Kamis, 22 Januari 2026.

Selain melakukan patroli rutin, petugas juga aktif memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat sekitar. Warga diajak berperan sebagai mitra kepolisian dengan segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat 110 jika melihat indikasi gangguan kamtibmas. Respons cepat sangat penting agar situasi tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar,” jelas Chusen.

Dalam pemetaan wilayah, Balikpapan Barat menjadi salah satu area prioritas pengawasan menyusul adanya kejadian yang melibatkan remaja beberapa waktu lalu. Meski demikian, patroli tidak hanya terfokus di satu wilayah.

“Patroli juga kami perluas ke Balikpapan Utara dan beberapa titik lain yang dinilai rawan, agar upaya pencegahan dilakukan secara merata,” katanya.

Lebih dari sekadar patroli, Polresta Balikpapan menekankan pentingnya peran keluarga, sekolah, dan tokoh masyarakat dalam pembinaan remaja. Kepolisian secara aktif menjalin komunikasi dengan orang tua, pihak sekolah, tokoh agama, dan tokoh adat untuk menyamakan langkah dalam menjaga perilaku generasi muda.

“Remaja adalah aset masa depan. Karena itu, pengawasan dan pembinaan tidak bisa hanya dibebankan kepada polisi. Orang tua, sekolah, dan lingkungan harus ikut terlibat,” tegas Chusen.

Ia berharap sinergi lintas elemen ini mampu menekan potensi kenakalan remaja serta menjaga Balikpapan tetap aman dan kondusif.
“Dengan kepedulian bersama, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung tumbuh kembang remaja ke arah yang positif,” pungkasnya.

NIKEN | WONG

Comments are closed.