BeritaKaltim.Co

Danrem 091 ASN: Saya Menghitung Ponton Batu Bara Lewat Depan Kantor

HAMPIR dua tahun menjadi Komandan Korem (Danrem) 091 Aji Suryanata Kesuma (ASN), Brigjen TNI Anggara Sitompul mengakui baru bisa menjalankan coffe morning dengan kalangan wartawan. “Pengennya dari dulu. Tapi baru terealisasi sekarang,” ucapnya di hadapan sejumlah Wartawan yang diundang di Aula Wira Yudha KOREM 091/ASN Jalan Gajah Mada, Samarinda, Rabu (28/01/2026).

Brigjen Anggara Sitompul dilantik Senin 29 April 2024 silam dimasa Presiden Joko Widodo. Dia punya tugas khusus waktu itu, yaitu mengawal pelaksanaan Pilpres dan Pilkada agar sukses tanpa konflik berat, dan memastikan pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) berjalan dengan minimalis konflik sosial.

“Waktu itu Pak Presiden Jokowi kan bulak-balik ke IKN, juga pejabat tinggi lainnya. Jadi, otomatis tingkat kesibukan saya ke IKN juga tinggi,” cerita perwira tinggi kelahiran 12 November 1969 ini.

Hadir menggantikan Brigadir Jenderal TNI Yudhi Prasetiyo sebagai Danrem 091 ASN, Brigjen Anggara telah memetakan berbagai dinamika persoalan sosial dan teritorial Kalimantan Timur. Mulai soal pertambangan batu bara ilegal, pemanfaatan sumber daya alam, isu-isu pilkada, sampai tentang tiang jembatan ditrabrak ponton dan efisiensi anggaran akibat pemotongan DBH (dana bagi hasil) dari pemerintah pusat.

“Dari kantor saya menghitung berapa banyak kapal ponton membawa batu bara lewat sungai mahakam setiap hari. Luar biasa. Ini provinsi memiliki sumber daya alam melimpah. Tapi setelah turun perintah presiden prabowo untuk menertibkan tambang ilegal, ternyata sekarang jumlahnya (ponton) menyusut. Tinggal sekitar 30 persen. Berarti yang ada ini tinggal yang legal,” kata Danrem, yang markas kantornya memang bersebelahan dengan Sungai Mahakam.

Tentang efisiensi anggaran seperti diinginkan pemerintahan pusat, menurut Danrem, pasti akan membuat suasana kurang nyaman. Karena muncul protes-protes tentang keadilan fiskal, dan macam-macam lagi.

“Dalam setahun atau dua tahun ke belakang masih ada dampak. Tapi saya optimistis setelah kita melewatinya, masalah tata kelola anggaran ini akan semakin membaik,” katanya.

Dari kalangan wartawan, hadir Ketua PWI Rahman Amin dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Intoniswan. Kemudian tokoh-tokoh pers Kalimantan Timur seperti Syafruddin Pernyata, Charles Siahaan dan Endro Effendi. Hadir juga pengurus SMSI (Serikat Media Siber Indonesia), JMSI (Jaringan Media Siber Indonesia), AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), IJTI (Ikatan Jaringan Televisi Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen), serta sejumlah pemimpin redaksi media eletronik, cetak dan online.

Saat menyinggung soal tiang jembatan di Sungai Mahakam sering ditabrak ponton, Jenderal bintang satu ini dengan tegas menyebut; berhentilah berpolemik.

“Ini bukan saatnya lagi untuk berpolemik. Masalah ada di depan mata, dan membutuhkan solusi. Nah, solusi itu yang harus kita cari. Tidak usah lagi berpolemik di media-media,” ujarnya.

Danrem merespon keinginan kalangan wartawan yang disampaikan Intoniswan agar hubungan TNI-wartawan semakin akrab lagi. Dia meminta kepada stafnya untuk memfasilitasi ruangan untuk kalangan wartawan agar bisa singgah dan ngopi-ngopi sambil bertukar informasi.

“Satu bulan bisa dimulai ya,” ujar Danrem yang disambut staf dengan sikap hormat; “Siaap, Pak”.

KETAHANAN PANGAN

Selain menyampaikan isu-isu hangat di Kaltim, Danrem Brigjen TNI Anggara Sitompul juga berbagi informasi kegiatan jajaran TNI di Kalimantan Timur. Terutama kegiatan penugasan berjenjang dari Presiden kepada Panglima TNI, seperti menyangkut ketahanan pangan, MBG (makan bergizi gratis) dan perbaikan infrastruktur yang memang sangat darurat dan dibutuhkan masyarakat.

“Saya minta tolong kepada kawan-kawan wartawan di lapangan. Kalau menemukan desa jembatannya rusak parah, dan sangat berbahaya dilalui warga. Berikan info ke kami,” ujarnya.

Saat ini diakui Danrem sudah ada beberapa titik yang menjadi fokus prajurit TNI membantu kebutuhan infrastruktur masyarakat itu.

“TNI ingin memastikan bahwa negara selalu hadir di tangah-tengah masyarakat,” ujar Brigjen Anggara.

Dalam hal mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Timur, Danrem memaparkan program cetak sawah yang saat ini telah dirintis. Lahan seluas 1.320,82 hektar telah siap di empat kabupaten, masing-masing Berau (425 hektar), Paser (201 Ha), Kutim (553,41 Ha) dan Mahulu (141,41 Ha).

Charles Siahaan

Comments are closed.