BERITAKALTIM.CO-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan, melakukan kunjungan lapangan bersama Dinas Pekerjaan Umum dan konsultan perencana, untuk meninjau rencana pembangunan rumah jabatan Wakil Wali Kota Balikpapan, yang berlokasi di Jalan Ars Muhammad, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota.
Dalam peninjauan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri menegaskan bahwa kondisi bangunan saat ini sudah tidak layak huni bagi pejabat pemerintah kota.
Menurutnya, rumah jabatan tersebut perlu direvitalisasi agar mencerminkan representasi yang pantas bagi seorang wakil kepala daerah.
“Bangunan ini sudah tidak layak untuk ditempati. Kami ingin rumah jabatan ini benar-benar mencerminkan sebagai rumah pejabat Pemerintah Kota Balikpapan, dalam hal ini rumah yang diperuntukkan untuk wakil wali kota balikpapan,” ujarnya, pada hari Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, bangunan lama yang telah berusia lebih dari 40 tahun akan dibongkar dan dibangun kembali agar lebih tertata dan fungsional. Proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap tender dan sudah memiliki pemenang, sehingga diharapkan segera memasuki tahap pelaksanaan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dikerjakan dengan tepat guna, tepat waktu, dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambahnya.
Pembangunan rumah jabatan ini dialokasikan dengan anggaran sebesar Rp14 miliar. Yusri menilai nilai tersebut cukup layak, mengingat kondisi bangunan yang memang membutuhkan perombakan total.
“Setelah kami melihat langsung kondisinya, anggaran Rp14 miliar menurut saya wajar dan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.
Ia menambahkan, proyek ini merupakan hasil perencanaan bersama antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan DPRD Balikpapan. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari pengawasan awal sebelum pembangunan dimulai.
Lebih lanjut, Yusri berharap pembangunan rumah jabatan tersebut tidak hanya memperhatikan aspek fungsi, tetapi juga mampu mengangkat nilai budaya lokal.
Ia mengusulkan agar desain bangunan mencerminkan kearifan lokal Kalimantan, khususnya budaya suku Paser dan Dayak yang menjadi bagian dari identitas Balikpapan.
“Kami berharap rumah ini juga mencerminkan kultur budaya lokal, sehingga benar-benar menjadi simbol rumah pejabat daerah yang memiliki identitas,” tutupnya.
NIKEN | WONG
Comments are closed.