BERITAKALTIM.CO- Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda mulai menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.
Penjajakan ini disampaikan langsung oleh Dekan FUAD UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Muhammad Abzar, bersama jajaran kepada Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja wakil wali kota pada Jumat, 18 Juli 2025.
Dalam pertemuan tersebut, FUAD menawarkan kerja sama berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Muhammad Abzar menjelaskan bahwa pihaknya ingin membawa peran nyata civitas akademika UIN ke tengah-tengah masyarakat, selaras dengan program Bakti Kerja Mahasiswa (BKM).
“Kami ingin berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah melalui penguatan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Nantinya, kami akan menindaklanjuti arahan dari Wakil Wali Kota dengan penyusunan nota kesepahaman (MoU), agar kerja sama ini bisa terimplementasi sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah,” ujarnya.
FUAD menargetkan Balikpapan sebagai lokasi awal dari rangkaian penjajakan kerja sama serupa yang juga akan menyasar Kota Bontang, Kutai Kartanegara, dan Samarinda. Khusus mahasiswa mahasiswi asal Balikpapan sekitar 300 orang dari 1000 lebih total keseluruhan UIN Samarinda.
“Kalau FUAD ada sekitar 100 orang,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengungkapkan bahwa cukup banyak warga Balikpapan yang menjadi mahasiswa di UIN Samarinda.
“Ternyata mahasiswa asal Balikpapan cukup banyak. Ini menjadi peluang bagus untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia kampus,” ujarnya.
Bagus Susetyo menyampaikan bahwa proposal kerja sama yang disampaikan akan dikaji lebih lanjut oleh Bagian Kerja Sama Setda Kota Balikpapan. Ia berharap sinergi ini bisa memberi manfaat, terutama dalam mendorong keterlibatan mahasiswa UIN dalam program-program pembangunan sosial kemasyarakatan di Balikpapan.
“Apakah dalam bentuk pendampingan kegiatan masyarakat, pendidikan, atau riset, semua akan kita pelajari. Yang penting adalah implementasinya bisa nyata dan dirasakan masyarakat,” tutupnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendukung keberhasilan program-program pembangunan daerah. #
Reporter: Niken | Editor: wong
Comments are closed.