BeritaKaltim.Co

Malaysia Proyeksikan Pemanfaatan Energi Nuklir dalam 10–15 Tahun ke Depan

BERITAKALTIM.CO – Pemerintah Malaysia melalui Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Fadillah Yusof menyatakan bahwa pemanfaatan energi nuklir sebagai sumber energi baru dapat direalisasikan dalam kurun 10 hingga 15 tahun mendatang.

Dalam keterangannya, Fadillah menegaskan bahwa kajian mendalam tengah dilakukan oleh MyPower, lembaga di bawah Kementerian Peralihan Tenaga dan Transformasi Air (PETRA), untuk menilai kelayakan penggunaan nuklir sebagai energi alternatif.

Langkah ini sejalan dengan tren di kawasan Asia Tenggara, di mana sejumlah negara seperti Indonesia, Singapura, Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Thailand juga mulai mempertimbangkan opsi serupa.

“Pada dasarnya, mereka memutuskan untuk menggunakan energi nuklir sebagai salah satu sumbernya,” ujar Fadillah, Senin (8/9), dikutip dari Bernama.

Fadillah menambahkan, kebutuhan energi yang stabil dan berkelanjutan sangat penting untuk mendukung perkembangan industri, terutama sektor ekonomi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dan pusat data.

“Oleh karena itu, pemerintah kini juga mempertimbangkan energi nuklir sebagai salah satu sumbernya,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam Pertemuan Menteri Energi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Korea Selatan, negara-negara anggota APEC menyepakati bahwa energi nuklir menjadi salah satu pilihan strategis untuk memastikan pasokan energi bersih di masa depan.

Dari sisi keselamatan, Fadillah memastikan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir generasi kedua hingga ketiga telah terbukti lebih maju dalam aspek teknologi, keselamatan, dan lingkungan, serta semakin diterima oleh masyarakat global.

Dengan rencana ini, Malaysia menegaskan komitmennya menyediakan energi bersih, aman, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta ketahanan energi kawasan. #

ANTARA | Wong

Comments are closed.