BERITAKALTIM.CO – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melantik sebanyak 3.203 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan sejumlah pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Kaltim, Pelantikan ini disebut sebagai salah satu yang terbesar dan sekaligus menjadi momentum penting dalam penguatan pelayanan publik di daerah.
“Alhamdulillah, hari ini baru saja kita melaksanakan pelantikan untuk pejabat fungsional termasuk peneliti dan guru-guru PPPK yang jumlahnya banyak sekali. Sampai jumpa, 3.203. Ini adalah pelantikan yang terakhir. Semoga bukan benar-benar yang terakhir, dan mudah-mudahan masih ada honorer-honorer lainnya yang mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya usai acara pelantikan di Olah Bebaya, Selasa (9/12/2025).
Ia menegaskan bahwa ASN dan PPPK merupakan garda terdepan pelayanan publik. Karena itu, setiap pegawai diharapkan mampu bekerja adaptif, solutif, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat di seluruh wilayah Kaltim.
“ASN dan PPPK ini adalah garda terdepan dalam pelayanan publik. Mudah-mudahan semuanya mampu memberikan solusi-solusi terbaik bagi masyarakat Kalimantan Timur,” katanya.
Dalam arahannya, Rudy menyampaikan pesan khusus kepada seluruh ASN dan PPPK mengenai pentingnya etos kerja dan kedisiplinan sebagai fondasi keberhasilan dalam karier.
“Kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil. Tetapi kerja keras saja tidak cukup. Perlu bekerja cerdas, bekerja tuntas, dan agar hasilnya tidak ada batas maka harus bekerja dengan ikhlas,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa disiplin adalah salah satu indikator utama kesuksesan seorang ASN. Menurutnya, tidak ada orang yang sukses tanpa kerja keras dan komitmen.
“Disiplin itu penting sekali. Orang sukses itu tidak ada yang santai, dan tidak ada orang yang santai bisa sukses. Salah satu kunci sukses adalah memiliki jam kerja yang lebih panjang, mengetahui lebih banyak, dan mengambil lebih sedikit bagiannya dibanding yang lain,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan terkait penempatan PPPK di daerah-daerah tertentu serta jam kerja Rudy mengatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Inspektorat.
Ia menegaskan bahwa tata kelola kepegawaian akan tetap mengedepankan profesionalitas dan pemerataan pelayanan.
“Saya belum berbicara dengan Inspektorat. Tetapi yang jelas, kita ingin semua bekerja secara disiplin dan bisa berakselerasi sehingga kesenjangan pelayanan dapat segera kita tutup,” pungkasnya.
YANI | WONG
Comments are closed.