BERITAKALTIM.CO – Novak Djokovic melaju ke semifinal Australian Open ketika Lorenzo Musetti terpaksa mundur saat unggul 6-4, 6-3, 1-3 dalam pertandingan perempat final di Melbourne, Rabu.
“Saya tidak tahu harus berkata apa selain saya merasa sangat kasihan padanya dan dia adalah pemain yang jauh lebih baik,” kata Djokovic dikutip dari ATP.
Melangkah ke Rod Laver Arena setelah kalah dalam tiga pertemuan sebelumnya dengan Djokovic di turnamen Grand Slam, Musetti tampil luar biasa untuk unggul dua set, tetapi ia tampak mengalami cedera pada paha kanan atasnya di gim ketiga set ketiga.
Meskipun petenis Italia itu mencoba untuk melanjutkan setelah menerima perawatan dari fisioterapis pada kedudukan 1-2, ia akhirnya terpaksa berhenti setelah dua jam delapan menit bermain.
“Saya sedang dalam perjalanan pulang malam ini. Hal-hal seperti ini terjadi dalam olahraga. Itu pernah terjadi pada saya beberapa kali, tetapi berada di perempat final Grand Slam, unggul dua set, dan mengendalikan permainan sepenuhnya, itu sangat disayangkan,” ujar Djokovic.
“Saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya katakan dan saya benar-benar berharap dia cepat pulih. Dia seharusnya menang hari ini, tidak diragukan lagi.”
Dengan turun ke lapangan pada hari Rabu, Djokovic menjadi petenis putra ketiga, setelah Jimmy Connors dan Roger Federer, yang berkompetisi dalam 1.400 pertandingan tingkat tur.
Setelah Musetti mundur, petenis Serbia itu juga melampaui Federer untuk memegang catatan kemenangan pertandingan tunggal terbanyak di Australian Open, yakni 103 pertandingan.
Namun, mantan petenis peringkat satu dunia itu tahu bahwa ia harus menunjukkan performa yang jauh lebih baik jika ingin mengalahkan juara bertahan dua kali Jannik Sinner atau Ben Shelton di semifinal.
Sebelum cedera, petenis peringkat lima dunia Musetti memimpin pertandingan setelah membalikkan defisit awal 0-2 di set pertama.
Menurut statistik ATP, Musetti mematahkan servis Djokovic lima kali di dua set pertama, sementara petenis Serbia, yang memainkan pertandingan pertamanya sejak Sabtu (24/1), setelah melaju ke babak keempat melalui walkover melawan Jakub Mensik, itu kesulitan menemukan ritme permainan.
“Strategi itu berjalan sangat baik untuk beberapa gim pertama, dan kemudian berubah total,” kata Djokovic, yang sekarang memimpin 10-1 dalam head to head atas Musetti.
“Empat winner di dua gim pertama, dan tidak ada kesalahan sendiri. Kemudian di sisa pertandingan saya mencetak empat winner lagi dan mungkin 40 kesalahan. Tapi itulah yang dilakukan Lorenzo kepada Anda.”
“Dia membuat Anda bermain. Ketika Anda berpikir poin sudah selesai, ternyata belum,” ujar petenis berusia 38 tahun itu.
“Saya hanya tidak merasakan bola dengan baik hari ini di beberapa set pertama, tetapi itu juga karena kualitas dan variasi permainannya. Saya sangat beruntung bisa melewati pertandingan ini hari ini.”
Djokovic sedang mengejar gelar Australian Open ke-11 yang akan memperpanjang catatannya dan gelar Grand Slam ke-25 secara keseluruhan.
Ia adalah semifinalis tunggal putra tertua kedua di Australian Open di era tenis modern atau Open, hanya lebih muda dari Ken Rosewall pada tahun 1976 dan 1977.
Mantan petenis nomor satu itu telah melaju ke semifinal di lima Grand Slam terakhir yang diikutinya, tetapi belum memenangi satu pun pertandingan semifinal tersebut.
Musetti akan naik ke peringkat ketiga dunia jika ia mencapai semifinal Grand Slam ketiganya.
Petenis Italia berusia 23 tahun itu adalah petenis pertama di era tenis modern atau Open yang mengundurkan diri di perempat final Grand Slam setelah memenangi dua set pertama.
ANTARA | WONG
Comments are closed.