BeritaKaltim.Co

Amri/Nita kalah, Indonesia tanpa wakil ganda campuran di delapan besar

BERITAKALTIM.CO – Langkah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah terhenti pada babak 16 besar Malaysia Masters 2026 sekaligus memastikan Indonesia tanpa wakil ganda campuran di perempat final turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut.

Amri/Nita harus mengakui keunggulan unggulan kedua asal Malaysia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei setelah kalah 19-21, 20-22 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis.

Kekalahan itu melengkapi kegagalan dua wakil Indonesia lainnya di sektor ganda campuran. Sebelumnya, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil kalah dari pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje dengan skor 21-13, 10-21, 13-21.

Nasib serupa dialami Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti yang takluk dari pasangan Thailand Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai dengan skor 21-18, 18-21, 16-21.

Meski kalah, Amri/Nita sejatinya tampil cukup kompetitif menghadapi pasangan unggulan tuan rumah. Pada gim pertama mereka sempat mampu mengejar ketertinggalan sebelum gagal memanfaatkan momentum di poin-poin akhir.

“Jalannya pertandingan hari ini sebenarnya pola mainnya sudah sesuai, namun di game pertama setelah bisa mengejar ketertinggalan kami malah tidak bisa memanfaatkan kesempatan,” kata Nita dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga.

Peluang besar sebenarnya hadir pada gim kedua ketika pasangan Indonesia unggul 20-16. Namun, empat poin beruntun dari pasangan Malaysia membuat momentum berubah dan memupus harapan membawa pertandingan ke rubber game.

Amri mengungkapkan mereka sebenarnya mampu mengendalikan permainan, tetapi kurang tenang dan kurang berani dalam penyelesaian akhir sehingga beberapa peluang justru menjadi keuntungan bagi lawan.

“Kami mainnya sudah benar bahkan sempat banyak memegang kendali permainan, namun eksekusi kami kurang nekat dan kurang tenang. Jadinya bola yang seharusnya jadi poin malah jadi bumerang buat kami,” kata Amri.

Menurut Amri, evaluasi utama selepas turnamen ini adalah meningkatkan kualitas teknik serta keberanian dalam bermain pada poin-poin krusial.

“Evaluasi kami ada teknik yang harus kami benahi serta harus bermain lebih berani lagi dan fokus per poin,” ujarnya.

ANTARA | WONG

Comments are closed.