BeritaKaltim.Co

Said Amin Buka-bukaan: Tidak Kejar Jabatan Gubernur Atau DPR

SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Pulang Umroh dari tanah suci, HM Said Amin SH ziarah ke makam kedua orangtuanya di Pesantren Nabil Husein Samarinda. Dia juga menyempatkan diri hadir pada acara Jalan Sehat Hadi Mulyadi, anggota DPR RI dari PKS yang belakangan mulai giat mempersiapkan diri maju dalam bursa Gubernur Kaltim tahun 2018.

“Ini acara jalan sehat. Bukan kegiatan politik. Pak Hadi Mulyadi itu sahabat saya. Jadi, jangan dikait-kaitkan dengan soal politik. Tapi, kalau dikaitkan pun tidak apa-apa,” kata Said Amin sesaat melepaskan diri dari kerumunan acara Jalan Sehat Hadi Mulyadi, Minggu (3/4/2016) pagi. Acara jalan sehat itu sendiri tergolong sukses karena diikuti massa yang cukup besar.

Kepada beritakaltim.com Said Amin menceritakan tentang hiruk pikuk Musda IX Golkar Kaltim yang sempat deadlock, setelah adanya voting tertutup yang ditempuh DPP Partai Golkar sebagai upaya memperoleh hasil musyawarah mufakat. Said merasa bersyukur karena para pemegang hak suara (voters) yang berjumlah 14, memilihnya dengan kemenangan 7 suara dan untuk Rita Widyasari 6 suara. Sedangkan 1 suara hak DPP sejak awal dinyatakan abstain.

“Insyaallah ini tidak berubah. Tapi semua kita serahkan ke Ketua Umum DPP Golkar Bapak Aburizal Bakrie. Beliau yang memutuskan kapan waktunya menutup Musda dan mengumumkan hasilnya,” cerita Said.

Sejak awal menjelang Musda IX Golkar, Said Amin mengaku tidak punya keinginan untuk maju menjadi kandidat Ketua Golkar Kaltim. Apa yang dilakukannya dalam banyak aktifitas organisasi adalah berada di belakang layar. Said Amin mengaku sangat bangga dengan munculnya kader-kader muda calon pemimpin bangsa dari Kaltim. Said sendiri mengaku tidak pernah secuilpun berniat mengabdikan diri menjadi pejabat publik, seperti Gubernur, Wali Kota maupun anggota DPR.

“Jadi, saya tidak mengejar jabatan politik. Saya tidak akan mencalonkan diri jadi gubernur, walaupun banyak orang yang bilang saya mumpuni dan punya peluang. Saya mensyukuri apa yang sudah raih selama ini,” ujar pendiri pesantren Nabil Husein, Rumah Yatim Piatu dan Jompo di Jalan Jakarta Samarinda itu.

Pencalonannya sebagai kandidat Ketua Golkar Kaltim lantaran desakan kuat kader-kader Golkar sendiri. Pasca munculnya kubu-kubu sebagai buntut dualisme Golkar kubu Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono, sangat terasa iklimnya sudah tidak sehat. Menurut Said, ada kubu-kubu yang berusaha menyingkirkan kubu lainnya.

“Situasi itu yang membuat saya bersedia maju. Kita harus benahi partai ini. Kita harus putus semua gesekan. Kita rekonsiliasi. Karena ke depan tantangan partai Golkar juga semakin besar. Kita harus pertahankan sebagai partai pemenang Pemilu. Kita harus memenangkan Pilgub dan kemudian pemilihan Presiden,” ujar Said Amin. #le

Comments are closed.